Rahim yang Tergadai
Dengan senyum penuh arti, mata-mata kedua terus memantau, mencatat setiap detail, memastikan bahwa informasi yang ia peroleh akan sangat berharga bagi rencana besar atasannya.
Ilman menghentikan mobil di depan apartemen sederhana yang telah disiapkan Gala untuk Kalingga. Wanita muda itu duduk diam, menggenggam tas kecilnya dengan kedua tangan. Keheningan menyelimuti perjalanan mereka sejak meninggalkan rumah sakit.
"Kita sudah sampai," kata Ilman dengan nada sopan, tapi dingin.
Kalingga tersenyum kecil, meski raut wajahnya tampak lelah. "Terima kasih, Mas Ilman. Aku sangat merepotkan."