Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Contradiction

Contradiction

Habis hubungan asmaranya selalu gagal, seakan memang belum diperbolehkan bahagia. Ketika perseteruan itulah, Aruna mengingat sudah berhati-hati berjalan. Akan tetapi, ada mobil rem blong dalam kecepatan tinggi, otomatis membanting stir dan ke arahnya yang berjalan di trotoar. "Kenapa nggak bilang?" Arsen kembali panik.
106.0K viewsOn holdAdded to Library 233 Times as situation 1
Read
+Library
Tricky Situation

Tricky Situation

"Nnggak masalah. Kamar ini nomor 212. Kamar lo?" Aku meringis, makin kencang meremas selimut. "213." Duh, suaraku seperti terjepit pintu. "Nah, bersebelahan. So, jangan merasa bersalah. Okay?" Wajarnya dia marah. Hebat juga dia sama sekali tidak mempermasalahkan situasi ini. Lebih-lebih saat aku sadar sudah menguasai tempat tidurnya. Atau dia tidur di sini juga?
9.52.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as situation 1
Read
+Library
Home

Home

Sering berlari dan memanjat di situasi yang tidak tepat (Ini salah satu ciri paling penting) C. Tidak bisa bermain atau menikmati permainan di situasi yang tenang D. Tidak bisa diam E. Sering bicara berlebihan F. Sering sulit untuk antri dan menunggu giliran G. Sering menginterupsi dan memotong pembicaraan orang lain H. Susah antri atau menunggu gilirannya *sangat mempengaruhi kehidupan sosial dan akademik
1012.9K viewsCompletedAdded to Library 386 Times as situation 1
Read
+Library
Choice

Choice

“Ayam satu ekor juga bisa habis sama dia.” “Aku nggak minta komentarmu, Rei. Aku makan juga demi anakku.” Mengelus perutnya yang besar. Reihan memberikan tatapan tak percayanya. “Intan sudah berapa bulan?” “Enam bulan.” Intan meminum air putihnya. “Pinggang mulai berasa pegel. Kalau kelamaan jalan berasa capai banget.” “Semoga persalinannya lancar. Kamu dan bayimu sehat selalu.”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as situation 1
Read
+Library
Contradiction

Contradiction

Tidak ada kepentingan lain selain itu. Tidak ada bangku yang kosong selain bangku paling belakang dan paling pojok di kelas itu. Cecilpun, melangkah ke arah bangku kosong itu tanpa ragu. Diam-diam, seorang cewek menyodorkan kakinya saat Cecil lewat tanpa cewek itu sadari. Alhasil, Cecil yang dasarnya ceroboh itu terselit dan jatuh di depan banyak orang yang baru dikenalnya. Seisi kelaspun, riuh oleh tawa para siswa yang melihat kejadian itu. Pipi Cecilpun memerah menahan malu. Untung saja ada Nindi yang menegur mereka. Kalau tidak, habislah riwayat Cecil.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as situation 1
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as situation 1
Read
+Library
SITUATION

SITUATION

Sudah tertebak. "Aku yang salah," balasku dengan cepat. "Ini tidak sepenuhnya salahmu. Jika kemarin kamu tidak menarikku, apa yang akan terjadi?" balasnya membelaku. "Lupakan itu. Kita pikirkan saja rencana untuk nanti," sahut William sambil meminum susu kotak rasa cokelat. Karen bergabung dengan pembicaraan kasus ini. "Rencana apa? Apa ada kasus lagi?"
9.923.4K viewsCompletedAdded to Library 656 Times as situation 1
Read
+Library
RELATION-SHIT

RELATION-SHIT

Sebuah Geng itu ibaratkan anggota tubuh manusia, jika salah satu organ sakit pasti yang lain juga bakal kena imbasnya. "Okay, i'm sorry. My mistake." Rayn tak menghiraukan perkataan Aldrich, dirinya memilih memasuki ruang favoritnya yang ada di markas Lion. Dia butuh menenangkan pikirannya yang kacau karena beberapa kejadian yang barusan dilaluinya, termasuk masalah Alexa.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as situation 1
Read
+Library
PREV
12

Frequently Asked Questions

Mengalaminya sendiri sebagai penulis fiksi, aku sering bermain-main dengan sudut pandang orang pertama dan ketiga untuk menciptakan nuansa berbeda. Orang pertama itu kayak ngobrol langsung dengan pembaca—contohnya, 'Aku lari menyusuri lorong gelap itu, jantung berdebar kencang.' Rasanya lebih intim, seperti lagi curhat. Efeknya, pembaca bisa langsung nyemplung ke emosi karakter. Sedangkan orang ketiga itu lebih fleksibel, misal, 'Dia melihat bayangan aneh itu muncul perlahan dari balik pintu.' Aku bisa jelajahi banyak karakter sekaligus, tapi kadang rasanya agak jauh. Tergantung ceritanya, sih. Kalau mau bikin thriller psikologis, aku biasanya pilih orang pertama biar greget. Tapi untuk cerita epik kayak 'Lord of the Rings', orang ketiga jelas lebih cocok.

Yang seru itu pas eksperimen campur kedua sudut pandang. Pernah baca 'The Book Thief'? Naratornya Death yang pakai orang ketiga, tapi tetap personal banget. Aku suka gaya hybrid gitu—kadang kupakai buat proyek experimental. Intinya, pilihan sudut pandang itu kayak memilih lensa kamera: mau close-up atau wide shot?

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status