Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

Dari Kuli Bangunan, Menjadi Pengusaha Kaya

Taman yang lumayan luas itu di lengkapi dengan sebuah Pendopo yang biasa nya di pakai untuk pertunjukan-pertunjukan teater atau apa pun kegiatan yang berada di sekitar taman,terkadang Pendopo itu juga di gunakan untuk pertunjukan musik di akhir pekan,sebuah taman yang nyaman dan asri karena di lengkapi juga dengan kolam ikan dengan ukuran yang lumayan besar,dan gemericik air yang mengalir pun membuat suasana taman terasa indah. Kini mereka semua telah berkumpul dan masing-masing dari mereka telah memegang sebuah karton dengan ukuran besar,karton yang tentu nya berisi gambar-gambar Desain karya tangan-tangan ajaib itu. "ok teman-teman semua,selamat pagi dan selamat berjumpa lagi dengan saya,t
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

Malam itu, Mahesa kembali menggambar di ruang belajarnya. Mahen dan Arleta mengawasinya dari kejauhan. Mereka merasa ada sesuatu yang berbeda dalam cara Mahesa menggambar kali ini, penuh konsentrasi dan seolah-olah dia sedang menceritakan sesuatu. Ketika Mahesa selesai, bocah itu menyerahkan gambar itu kepada mereka. Gambar itu menunjukkan pohon besar di taman belakang, dengan seorang anak laki-laki berdiri di bawahnya.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Tanya Avraam sambil menyetir. “Emm ... Sepertinya Altan mau ke Taman Kota,” Pinta Altan begitu sederhana, membuat Avraam terheran dan menoleh sesaat padanya. “Kenapa Taman Kota?” “Altan ingin menggambar pemandangan Taman Kota disore hari, Yah. Kayanya itu indah,” Balas Altan begitu ringan, Avraam baru menyadarinya bahwa Altan memang jago dalam menggambar, itu menjadi salah satu hobi yang paling Altan gemari.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
 Cinta dalam Bayangan Hutang

Cinta dalam Bayangan Hutang

"Aku selalu membutuhkanmu, Adrian. Tapi untuk taman, aku rasa aku bisa menangani bagian sketsanya sendiri." Adrian tersenyum, matanya berbinar lembut. "Bagus. Karena aku selalu ada, kapan pun kau memintanya." Setelah sarapan, Ara membawa buku sketsa dan pensilnya ke teras belakang. Ia duduk di bangku kayu panjang yang Adrian buat sendiri, tangannya menggambar garis-garis halus di kertas, mencoba menangkap bayangan taman yang ada di pikirannya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Beberapa saat kemudian Mareeq menyadari sesuatu. “Freya menggambar apa?” Freya tidak mengangkat kepala. “Taman hiburan.” Mareeq memperhatikan kertas itu lebih dekat. Ada lingkaran besar yang mungkin dimaksudkan sebagai komidi putar. Ada garis-garis tinggi yang tampaknya roller coaster. Dan ada beberapa figur manusia kecil yang digambar dengan kepala bulat dan tangan seperti garis. Freya menunjuk satu gambar kecil. “Ini Papa.” Lalu ia menunjuk yang lain. “Ini Freya. Dan ini mama.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Dalam Genggaman Tiran Tampan

Dalam Genggaman Tiran Tampan

Lampu-lampu taman yang berderet rapi di sepanjang jalan menerangi pepohonan tua, sementara air mancur di tengah halaman memantulkan cahaya keemasan. Di kursi belakang, Belle duduk di samping Dante sambil menggendong bayi Adrian. Bayi mereka terlelap di dalam gendongan khusus yang menempel di dada Belle. Sesekali terdengar desahan kecil yang membuat Belle menunduk dengan senyum tipis.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Pada masing-masing sisi memiliki gambar yang berbeda, pada sisi berwarna abu, ia melukis abstrak di atas nya, dan pada sisi berwarna biru, ia melukis bunga-bunga dan pepohonan. Setelah mandi dan sarapan, Raina dan Aruma berangkat ke sekolah bersama menggunakan sepeda motor milik Raina. Sekolah mereka berdua hanya berjarak sepuluh menit, jadi sebelum Raina sampai ke sekolah nya, dia melewati sekolah Aruma terlebih dahulu dan menurunkan adiknya di sana. "Kak kemarin gimana ke pamerannya?" Aruma baru sempat bertanya sekarang, karena semalam ia langsung masuk ke kamar nya untuk tidur dan mandi begitu sampai di rumah.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai sketsa gambar taman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status