Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KALI KEDUA

KALI KEDUA

“Ken gambar apa sih?” Ken hanya melirik sebentar, kemudian sibuk kembali menggambar. “Potret keluarga.” “Potret keluarga?” Ken mengangguk. “Mami pernah cerita tentang potret keluarga. Kata Mami, keluarga bahagia itu adalah keluarga yang saling merangkul.”
1047.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Berondong Perkasa

Berondong Perkasa

balas Nyonya Rina Sasmita sembari berjalan menuju ruang makan bersama anak dan menantunya. "Besok siang ya, coba Lia bikin sketsa kasarnya dulu. Biar aku kirim via foto Wassapp ya, Ma?" jawab Camelia yang segera mendapat anggukan antusias dari mama mertuanya yang sudah seperti sahabat itu. Akhirnya, mereka berempat duduk bersama mengelilingi meja makan bundar. Berbagai lauk bergizi ala rumahan terhidang di tengah meja.
1030.2K viewsCompletedAdded to Library 844 Times as sketsa keluarga cemara
Show Reviews (31)
Read
+Library
agneslovely2014
Hai Kakak kakak Pembaca Tersayang, buku ini telah tamat di bab 139. Sekuel lanjutan kisah Fresia dan Michael akan terbit tahun depan berjudul Dimanja Suami Crazy Rich. Kalau kalian follow akun GN penulis atau IG pasti akan dapat notif rilis bukunya. Thank you kebersamaan kalian sampai tamat. Love U!
sahidahsari249
cerita yg sangat menarik juga candu nih buat di baca ,, selalu bikin penasaran sama cerita nya,, banyak pelajaran yg bisa kita ambil dalam cerita.untuk tak terlalu menganggap setiap apa yg di lakukan itu benar,jgn terlalu merasa diri baik dan jgn sombong.. setiap apa yg kita lakukan akan ada balasan
Read All Reviews
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Kemeja dengan warna cerah, ada logo di dada kanan mereka dan logo itu sering aku lihat. “Cemara Group!” seruku tertahan. Kedua orang ini, mereka bekerja di Cemara Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan tetapi bidang usahanya bukan itu saja. Mereka juga mengolah batubara, dan hasil tambang lainnya. Aku betul-betul mengenal kemeja itu, warnanya tidak berubah sama sekali karena karyawannya sekarang pun memakai pakaian dengan warna yang sama persis.
1020.2K viewsCompletedAdded to Library 705 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

kata Kirana dengan sikap angkuhnya ditonjolkan. Pendekar Kera Sakti geleng-geleng kepala, merasa aneh dengan lagak gadis cantik berhidung mancung itu. "Sebutkan dulu, apa nama Cemara Tunggal itu?" "Setahuku itu nama sebuah tempat, letaknya di Bukit Canang! Disana memang ada sebuah cemara yang tumbuh sendirian, tanpa tanaman lain, berbentuk lurus, tinggi, seperti sebuah menara atau prasasti tugu bersejarah. Hanya ada satu cemara di sekitar Bukit Canang."
1030.5K viewsOngoingAdded to Library 794 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Anugra sungguh menikmati perjalanan ini sambil duduk di samping raka yang memegang kekang kereta kuda. *** Senja telah memudar saat rombongan Raka mencapai sebuah kawasan dataran datar yang dikelilingi pohon-pohon cemara raksasa. Tempat itu dikenal dengan nama Pos Cemara—sebuah titik perhentian yang lazim digunakan oleh para pedagang, pelancong, maupun pasukan yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai penjuru. Di sana, puluhan tenda warna-warni telah berdiri. Asap tipis mengepul dari perapian, dan suara orang berbincang dalam berbagai logat terdengar mengisi udara dingin.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Yogas ikut membantu Padma menata di rak yang agak tinggi. “Semoga nggak ada suku yang kayak kalian. Serem.” Yogas terkekeh dan Padma kembali melanjutkan pekerjaannya. Setelah dua minggu mencari di laptop dan berkas-berkas yang ditinggalkan Catra, Padma tak menemukan apa pun selain sketsa yang belum selesai—yang kalau Padma lihat-lihat lagi, sketsa itu merupakan gambar dari kamar kosong di sebelah kamar utama di rumah mereka.
6.0K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Dia berbalik dan membantu keluarganya mengemasi karpet, yang tadi dihamparkan di bawah tenda. Sementara itu di tempat berbeda. Lova tengah menunduk sambil memilin jemari. Dia hanya bisa mengeluh dalam hati, seusai mendengar percakapan para tetua keluarga, yang hendak mencarikannya jodoh. Lova menggigit bibir bawah, kala mendengar beberapa nama putra para pengusaha, yang disebutkan para Paman dan bibinya, untuk diperkenalkan pada Lova.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Bukan ekspresi perkenalan yang biasa aku sering lihat, dia malah menunjukkan wajah bingungnya. “Apa ada masalah?” tanyaku. “Aaa~ tidak. Namamu ... Keren.” “Benarkah?” “Apakah mungkin kau seorang anak kaya raya?!” “Biasa saja, keluargaku hannyalah sesuatu yang kita bilang cukup.” “Ah, begitukah. Maaf. Baru kali ini aku mendapatkan teman dengan marga di dalamnya.” “Apakah selangka itu? Aku tidak mengetahui hal itu. Mohon kerja samanya untuk beberapa tahun ke depan.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Kubiarkan kedua putri ku sejenak dengan Papanya sedang aku mencoba untuk berkeliling sembari melangkah dan melihat kamar-kamar yang ada di rumah ini. Kamar utama bersebelahan dengan ruang TV atau ruang santai. Kemudian beberapa langkah ke belakang terdapat dua kamar lagi yang berhadapan, mu gkin ini cocok untuk kamar si kembar. Sedang satunya buat kamar tamu, mana tahu sesekali Nadia datang berkunjung atau mungkin Nenek Idah bertandang ke sini. Tiga kamar untuk keluarga kecil kami, aku rasa cukup.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as sketsa keluarga cemara
Read
+Library
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Sepanjang perjalanan, pemuda itu hanya membayangkan bagaimana cara dia bisa membelah batu tanpa harus menggunakan pedang yang hebat. Sampai tiba-tiba pemuda tidak sadar telah memilih jalan yang salah. Jalan yang dia tuju bukan ke arah Ranting Hijau, tapi menuju desa lain, tepatnya Desa Cemara. Di wilayah ini, hanya ada 3 desa yang bertetanggaan, Desa Ranting Hijau, Desa Bunga Mekar, dan Desa Cemara. Dari tiga desa, hanya desa Cemara yang paling kaya.
9.33.2M viewsCompletedAdded to Library 76.1K Times as sketsa keluarga cemara
Show Reviews (1034)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status