Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Pensil arang di tangannya menari tenang, menggoreskan bentuk wajah yang sangat ia kenal, sangat ia cintai—wajah ayah dan ibunya. Gambarnya begitu rinci. Ada kehangatan dalam garis-garis wajah Kania, mata yang teduh tapi menyimpan banyak luka yang telah dijahit sendiri. Sementara sketsa Rafasya—tegas, hangat, dan penuh harapan. Narendra mengusap sedikit bayangan di bawah mata ibunya, lalu meletakkan pensilnya dan menatap kedua gambar itu dalam diam. Paginya, ketika mereka semua duduk di ruang keluarga, Narendra berjalan ke arah mereka dengan membawa buku sketsanya.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

"Angkut semua aset Keluarga Montara yang masih bisa dibawa, lalu duduki setiap wilayah yang masih bisa direbut. Kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali." Dalam waktu singkat, mesin perang milik tiga keluarga besar mulai bergerak bersamaan. *** Sementara itu, sekitar dua puluh lima kilometer dari reruntuhan Celah Mahesa, Arka tengah berlutut di dalam sebuah gua alami sambil menggunakan belati untuk menggambar peta sederhana di atas tanah.
1015.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Memang, waktu kecil Gina dikenal sebagai anak yang penakut dan hampir tidak pernah mau menginap di rumah kakek saat acara keluarga besar, terkecuali orang tuanya, yaitu Tante Eva ikut menginap juga. "Akan kubuktikan kalau aku tak sepenakut dulu! Hahaha." ucapnya padaku. Keesokan harinya, Paman agung dan istrinya sudah pergi pagi-pagi meninggalkan rumah karena suatu urusan. Agenda kami bertiga hari ini adalah menanyakan beberapa hal mengenai perkembangan rumah ini setelah aku dan keluarga tak lagi tinggal disana. Ditambah dengan Pak Haji Asep yang kini telah tiada, kami berencana akan silaturahmi pada keluarga beliau.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta si Kembar Cantik

Jerat Cinta si Kembar Cantik

ucap Julien. "Kami terbiasa menghabiskan malam bersama dengan mengobrol panjang dan merencanakan hal-hal menarik yang hanya bisa dilakukan oleh sepasang saudari kembar. Bagaimana, apakah kau tak keberatan?" tanya Helena dengan senyum manis.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Tiga Bayi Sang Mafia

Tiga Bayi Sang Mafia

' gumam Cakra. Alena dan rombongan sampai di kamar masing-masing. Mereka lega karena sampai di hotel dengan selamat. Cakra bermain dengan si kembar karena sudah punya nama, Cakra semakin menggoda Kenzo. Kenzo yang menjerit karena Cakra menganggu dirinya. Alena menggelengkan kepala karena Cakra selalu saja menganggu anaknya itu. Kegiatan Cakra dan keluarga hanya di dalam kamar. Esoknya, Cakra bersiap untuk acara pernikahan Arvin. Keluarga Arvin sudah berkumpul dan Alena juga sudah bersiap, si kembar juga sudah memakai pakaian seragam dengan Cakra.
10119.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

“Mas, apa kamu lagi coba perbaiki hubungan keluarga kita yang nggak sempurna? Demi siapa? Demi apa? Dan kenapa? Jangan basa-basi, Mas, aku nggak ma–” “Kalau kamu izinkan, aku akan lakukan, Mel. Dan iya, ini demi anak-anak, dua anak kandung kita dan satu anak sambung kamu, Araska. Apa Dewa belum cerita? Kalau Araska mau nginep di sana, mau dekat sama kamu?” “Hah? Nggak. Dewa cuma bilang kalau Araska komentar, aku baik dan–” Imelda diam karena Rizal tertawa di ujung sana. “Kenapa ketawa?”
9.789.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
KEMELUT CINTA

KEMELUT CINTA

Aku justru merasa malu karena seperti membongkar aib keluarga. Angkot kami berhenti di sebuah terminal bayangan di pinggiran kota Bogor. Terminal itu berada di belakang sebuah hotel yang menawarkan nuansa villa. Tapi keindahan itu hanya berada di dalam tembok villa. Terminal bayangan tempatku turun jauh dari kata indah. Malah yang ada kesan kumuh dan kotor di tengah wilayah pemukiman warga.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Di tengah kerumunan ras iblis, sebuah suara muncul, "berani sekali kau menghabisi para kesayangan baruku..? " Seorang ras iblis berwarna merah, dengan kedua gigi tajam yang panjang dan mata yang sangat besar berjalan dan keluar dari kerumunan. Dia adalah Cecar, salah satu kepercayaan dari iblis merah. "Oh ternyata Cecar," tanpa rasa takut Luhan kembali berkata, "bukankah aku sudah pernah bilang jangan mengganggu dunia yang aku jaga, dan kalian masih saja merusak dunia yang aku jaga."
101.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

ujar Raka yang mengulang ucapan Aurelia. Wanita berambut sebahu itu tersenyum karena Raka mengulan ucapannya. Selama berpacaran dulu dirinya tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua Raka. Namun, dirinya bisa merasakan jika keluarga Raka adalah keluarga cemara yang dipenuhi kasih sayang dan kebahagiaan. “Nanti ketika ulang tahunmu kita jalan-jalan, ya,” permintaan Aurelia membuat Raka menghentikan pergerakannya memberi makan jerapah.
525 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

“Dulu kita banyak salah langkah, tapi lihat sekarang… kita belajar. Kita hidup.” Tak lama, seorang pelukis jalanan mendekat. “Mau dibuatkan sketsa keluarga? Gratis untuk bayi pertama,” ujarnya dalam aksen lokal yang kental. Aurora tertawa kecil. “Kenapa tidak?”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai sketsa keluarga cemara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status