Suamiku, Musim Dingin Tanpa Akhir
Kita harus rayakan di kota ini!
Aku tersenyum kecil, mengetik balasan.
Aku: Aku juga sudah sampai. Paris indah sekali. Nanti kita ketemu ya. Aku nggak mau sendirian merayakan semuanya.
Aku menaruh ponsel, lalu menatap lagi keluar jendela. Aku kemudian membuka koper, menggantung jaket, dan menata peralatan gambar di meja. Sentuhan tanganku menyusuri tumpukan sketsa. Di sinilah aku akan mulai lagi dari sketsa kosong yang akan kupenuhi dengan warna baru.