Cinta Sulit Ditemukan, Air Mata Menjadi Lautan
Setelah rujuk, aku memutuskan untuk menyewakan istriku sendiri.
Setiap kali sahabat cowoknya menelepon dan menyuruhnya pergi, aku tak lagi marah-marah seperti dulu.
Alih-alih mengamuk, aku justru memberlakukan tarif per jam.
Siang hari, 200 juta per jam. Malam hari, 400 juta per jam. Hari libur dihitung tiga kali lipat.
Baru berjalan tiga bulan, rekeningku sudah bertambah hampir 40 puluh miliar.
Suatu hari, kami sudah berjanji pergi memilih setelan jas untuk menghadiri jamuan makan malam. Namun, di tengah jalan, sahabat prianya menelepon, mengeluh jarinya terluka saat memotong sayuran.
Tanpa repot-repot mendongak, aku hanya menyodorkan kode QR pembayaran ke hadapan istriku.
Suatu malam, aku