Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Itu kalimat pertama yang bisa aku ucapkan sejak saat kado itu diserbu oleh mereka. Sketsa itu aku buat persis di malam hari setelah aku dan Andre jadian. Wajah tampannya yang terlihat macho hari itu terbayang-bayang di anganku, lalu aku terpikir untuk mengabadikannya dalam gambar. Inginnya aku simpan sendiri, tapi semalam aku berubah pikiran dan memasukkan sketsa itu ke dalam kotak hadiah untuk Andre. Tentunya aku sudah sempat mengambil gambarnya dengan kamera ponselku. "So sweet banget sih kamu, Rin," kata Santi yang sudah kembali ke mejanya di sebelahku. Aku mencebik malu-malu.
1016.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 466 Beses bilang sketsa mata
Ipakita ang mga Review (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Basahin ang Lahat ng Review
MATI RASA

MATI RASA

Di teguknya air itu sampai menyisakan setengah isinya, membuat Andra kembali angkat suara. "Haus banget ya bu, sampai habis setengah tuh." Godanya sambil tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipi diwajahnya yang cukup tampan. "Makasih banyak mas!" Balas Aulya singkat tanpa melihat Andra di depannya. "Iya sama-sama bu." Ungkap Andra lagi.
107.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 237 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

sentak Mas Andra memperhatikan sekeliling tempat itu. "Gak akan ada yang denger kok, Yang." Seroja mengalungkan tangannya di leher Mas Andra. Bibir wanita itu mulai menempel di bibir Mas Andra, peraduan ludah pun terjadi. Dengan penuh nafsu mereka menikmati permainan itu.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Pun aku sebagai sang mama ikut membalas senyumnya dengan hangat. “Sayang, ayo bangun! Kayaknya Mama nggak perlu lagi ngasih tahu kalian kalau hari ini hari apa,” ucapku antusias menatap bola mata Andita yang tersenyum padaku. “Iya, Ma. Andita tahu dong,”jawab gadis mungil itu dengan aura bahagia yang terpancar. “Kak Andin, Kak Andin ... Bangun, hari ini giliran kita ditemani Mama Papa jalan-jalan, lho,” Andita lalu mengguncang sisi bahu kakaknya dengan antusias.
105.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 200 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Posenya begitu elegan dengan wajahnya yang menatap ke atas sembari mengangkat tangan kanannya memegang topi pantainya itu. Dimas pun langsung dibuat bingung dengan tingkah Mita yang tiba-tiba berpose begitu saja. Mita benar-benar tidak berbasa-basi sedikitpun hingga membuat Dimas juga kurang menangkap apa yang Mita inginkan. Namun Dimas mencoba dengan cepat memahami apa yang Mita mau. Ia pun segera mengambil kanvas yang masih kosong tanpa lukisan dan segera menggambar sketsa tubuh Mita yang tengah berpose itu.
106.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 206 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Dia meraih buku sketsa yang penuh coretan dari bangku yang berantakan. Dia mulai menggambar. Bukan dengan amarah, tapi dengan intensitas yang menakutkan. Garis-garisnya pasti, terukur. Yang muncul bukan wajahnya sendiri atau monster-monster imajinasinya, melainkan sebuah wajah dengan fitur-fitur tajam, mata yang terlihat terlalu mengerti, dan sanggul yang rapi. Dia menggambar Elara. Tapi dia tidak menggambar senyumnya. Dia menggambar tatapannya yang analitis, dan di sekelilingnya, dia mulai membuat garis-garis yang menyerupai diagram sirkuit atau mungkin peta pikiran—sebuah sangkar dari kecerdasan dan kontrol. ---
1.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Sang Penguasa Elemental

Sang Penguasa Elemental

Di bukit tempat kediaman keluarga Skays. Tristan sudah berhasil menyelesaikan tugas yang di berikan oleh tuannya. Ia berhasil merakit, Megatrix versi terbaru yang jauh lebih canggih dari versi sebelumnya, Megatrix ini bukan M5.7009.0LXN seperti yang di minta kakaknya, tapi ini adalah Next Version Megatrix NVM1.0000.1AOL, dengan semua fitur yang telah diupgrade dari versi sebelumnya, dengan pertahanan otomatis yang supercanggih, yang telah mengalami peningkatan secara signifikan, juga dilengkapi mode penyerangan dengan kecepatan dan akurasi super tinggi, dalam menyelesaikan pertempuran.
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 92 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Legenda Bunga Wijaya Kusuma

Sketsa wajah laki-laki dengan sorot mata tenang dan teduh serta memancarkan aura yang tak biasa sekalipun hanya sketsa wajahnya. "Dia tak seperti yang diceritakan Sastra. Akan tetapi aura yang dipancarkan dari sorot mata nya mengandung misteri sekalipun hanya sketsa," batin Sekarjati bingung meletakkan kembali kertas di atas meja kemudian menatap Sastra.
819 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Amanda masih belum nikah, dia tidak mau mati sia-sia. Duar! Dahi Amanda kembali kejedot benda yang keras sekali lagi. "Aduh!" Amanda mengusap dahinya dengan kasar. Lalu matanya memperhatikan benda keras apa yang menghantamnya. Lagi-lagi Amanda membentur bagian tubuh Elang. Ya ampun, badan Elang ini isinya otot kawat balung wesi atau apa ya? Kenapa keras banget? "Ngagetin aja kamu, Lang. Kenapa tiba-tiba nongol di belakangku?" gerutu Amanda.
956 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang sketsa mata
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status