Terjerat Takdir Tuan Saka
Ruangan menjadi hening selama beberapa saat, Saka kembali fokus pada pekerjaannya, berpura-pura tetap tenang dan profesional, meski jari-jarinya mengetuk meja sedikit lebih cepat dari biasanya.
Saka meraih selembar kertas lalu meletakkannya di samping gelas, berusaha menutupi walau Nico sudah tahu jelas itu apa. Nico menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tertawa tipis, membuat Saka segera menatapnya tajam.
"Kenapa ditutupin? Masih malu ketauan minum susu? Santai aja kali, kayak sama siapa aja," celetuk Nico seraya menyingkirkan kertas yang menutupi gelas.