Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesatria Tangan Peniru

Kesatria Tangan Peniru

Melihat pemandangan ini, beberapa orang berseru. "Bummm!" Pedang Pelangi tiba-tiba terbang, membawa sinar cahaya tujuh warna, dan menebas ke arah Krisna. Saat pedang Pelangi lewat, sejumlah besar retakan kecil muncul di angkasa. Di saat yang sama, angin kencang yang tak dapat dijelaskan bertiup di kantor, memungut berbagai benda dan terbang ke mana-mana.
1019.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 607 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

"Eh, lihat deh. Langitnya beda. Kayak... bersih." Ayu memperhatikan. "Langitnya kembali biru. Tapi itu... ada pola?" Di tengah langit yang terbuka, samar-samar terbentuk jalur cahaya tipis membentang ke utara. Tidak seperti pelangi atau awan. Lebih mirip guratan halus berpendar, melengkung seperti aliran tinta di atas kanvas langit. "Itu bukan fenomena biasa," ucap Rakasura. Ia menyipitkan mata. "Langit sedang menulis."
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 42 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Dia tahu saat melakukan perjalanan waktu ke tahun 1996, di malam pesta sebelum kelahirannya, dia melihat Larasati muda yang sedang hamil tua bersenandung pelan lagu Walang Kekek dari album ini untuk menenangkan bayi dalam perutnya—menenangkan Elang. Itu adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Larasati tenang di tengah tekanan Barata. "Saya pernah mendengar Nyonya bersenandung lagu ini pelan saat Tuan Barata sakit kemarin," dusta Elang dengan mulus. "Saya mencari cetakan aslinya di pasar antik jalan Surabaya. Konon, lagu ini membawa ketenangan." Larasati mendekap piringan hitam itu ke dadanya. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya jatuh.
101.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 36 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Matahari Wilderheim menyemburatkan warna oranye kemerahan saat menyentuh cakrawala, menandai dimulainya babak baru bagi dunia yang hampir punah itu. Elara berdiri di atas tebing batu yang menghadap ke lembah luas, sembari memegang sepotong arang dan lembaran kulit kayu yang ia gunakan sebagai media sketsa. Namun, fokusnya terusik. Bukan karena kompleksitas desain istana yang harus ia bangun, melainkan karena hawa panas yang terus menerus memapar punggungnya.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 187 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

Kemudian, dia melihat ke arah Herisa untuk memintanya memulai presentasi. Herisa berdiri dan menyerahkan sketsa desainnya. Katanya, "Bu Sera, Bu Amanda, konsep desainku adalah kebangkitan. Aku menggunakan perhiasan yang mewakili elemen api. Ini dipasang terbalik untuk menambah nilai estetisnya ...."
9.4935.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 25.3K Beses bilang sketsa pelangi
Ipakita ang mga Review (192)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Basahin ang Lahat ng Review
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

Jelas, yang ada di tangan Nellie bahkan lebih cantik lagi. Nellie meletakkan perhiasan itu di tangan Luna. Kemudian, dia merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa sketsa. “Aku membawa beberapa sketsa ke sini. Aku tidak tahu apakah kau bisa memahaminya atau tidak, Bibi Aura. Ini seharusnya terlalu profesional untukmu.” Kata-katanya membuat Aura tersipu malu, lalu menjadi pucat.
9.1764.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 29.1K Beses bilang sketsa pelangi
Ipakita ang mga Review (190)
Read
+Library
Cathalina
uda bab 744 emosi bacanyaaa kyk apaan bgt sih di ulang2 muncul cewenya uda mati muncul lg yg baru, uda di bab 744 muncul aja uda 3 cewe yg suka sm joshua, kapan joshua sm lunaaa bersama kalo salah paham mulu dehhhhhh
Ossy Lestari
sudah habis koin banyak tapi ceritanya salah paham terus udh sampe eps 700 langsung aku baca acak ternyata sampe eps terbarunya pun masih salah paham aja cape org baru, salah paham, ganti org baru lagi salah paham ah sudahlah cape jadi bosen
Basahin ang Lahat ng Review
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi sripanggung di Rumah Bordil Mawar. Gatuk menyuruh pekerjanya mempersiapkan Anggini. Seorang perias mendadaninya dengan bedak dan gincu. Ia juga menyipratkan parfum mahal beraroma cendana dan vanila. Anggini mengenakan kebaya brokat merah yang anggun, namun sexy dan sensual, memamerkan belahan dada dan kulit dada atas. Roknya terbuat dari batik belah samping yang memamerkan paha hingga betis kala berjalan. Jika dewi kecantikan ada di sana, ia pasti minder dan berharap menjadi laki-laki saja. Sesudah Anggini menjelma bak bidadari, ia dibawa naik ke atas podium aula utama, dipamerkan untuk menarik para pembirahi yang tak sabar ingin mengeringkan sperma d
106.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 215 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Lelaki untuk Deline

Lelaki untuk Deline

Mereka bahkan kagum padahal baru pertama kali melihat El. Namun, alih-alih memuji. Arya malah menarik kain cokelat bermotif putih persegi empat yang sejak tadi tergantung di saku celananya, melipat menjadi persegi tiga. Tanpa izin langsung membentuknya rapi di kepala Deline dan diikat di belakang telinga. Yuka mencubit lengan Katerin saking gemasnya melihat pemandangan di depannya.
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
Renggali

Renggali

“Hujan. Hem ...! di saat begini, kenapa sesuatu yang tidak kusukai ini selalu mengingatkanku tentang dia.” Gadis cantik itu perlahan berjalan menuju jendela, masih dengan piyama kimono pink yang ia kenakan. Sambil membuka jendela, pandangannya tertuju langsung pada hujan yang turun itu. Sambil berpikir? “Bahkan langit saja sama seperti dia? Yang cerah berwarna hijau, lalu hitam mendung begini. Karena dibalik kebahagiaan? Juga harus siap menghadapi kesengsaraan.”
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang sketsa pelangi
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status