Surga Sang Primadona Kampus
Seperti yang kuduga, bahkan Natalia yang tidak terlalu dekat denganku juga menganggap sikapku ini tidak masuk akal.
Aku menundukkan kepala, lalu berkata pelan, "Aku mengerti kok. Cuma ... aku benar-benar nggak rela kehilangan dia."
Melihat aku tetap bersikeras, akhirnya Natalia pun luluh. Dia memberi tahu, "Baiklah, aku kenal seorang kakak yang punya klinik kecantikan. Di tempatnya, ada perawatan khusus. Bukan cuma bisa mengatasi masalah kering, tapi juga bisa membuatnya kembali kenyal dan terlihat lebih muda."
Hot Chapters