Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikejar-kejar Brondong

Dikejar-kejar Brondong

Bahkan Sofie memeriksa tempat sampah di bawah meja Rakha, yang biasanya berisikan sampah bungkus permen, kini pun kosong. "Ternyata, tanpamu aku kesepian, Kha," lirih Sofie. Sofie kembali membuka pesan singkat yang dikirim oleh Rakha, sambil membacanya berulang ia mengelus layar gawai dengan jari-jemarinya. "Kha, daijobou? Gomen nasai, honto ni gomen nasai," lirih Sofie dengan mata berkaca-kaca. Di saat yang bersamaan, sebuah sedan mewah berwarna hitam berhenti di depan pintu masuk gedung BSC dan para anggota keamanan serta jajarannya berbaris rapi menyambut tamu yang sangat penting itu.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as sofa tunggu
Read
+Library
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Menjelaskan dan menceritakan apapun tentang tempat tersebut. “Bagaimana? Sudah capek? Mau istirahat dulu?” “Boleh.” Sofia menunjuk kejauhan. “Itu ada tempat duduk di sana.” Sandra mengangguk. Dengan napas sedikit terengah mengikuti Sofia. Untung saja, udara di kota ini sejuk. Tidak terlalu dingin dan tidak panas. “Tinggal sepuluh menit lagi sampai rumahku kok.”
10117.7K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Dia menyodorkan sebuah kartu dan memotong ucapannya, "Turuti saja. Aku masih butuh kamu membantu menyiapkan jamuan penyambutan untuk Felly. Istirahat yang baik, pulihkan badanmu." Kalimat yang belum sempat terucap itu pun tertahan di tenggorokan Teresa. Dia mengangguk pelan, menerima kartu itu, lalu meninggalkan vila. Saat pintu tertutup, dia mendengar suara Felly yang manja, "Alex, air gula merahnya belum hangat ya? Aku mau kamu pijat perutku." "Aku segera ke sana. Kamu berbaring yang manis, jangan banyak bergerak."
8.9128.5K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Dirty Office

Dirty Office

Tepat di depan jendela besar itu, terdapat sebuah sofa dengan desain yang tidak biasa, melengkung dengan bentuk seperti huruf S yang sangat ergonomis dan dilapisi beludru berwarna merah marun yang mewah. ​"Keenan... Sofa apa itu?" tanya Aruna, matanya membelalak. "Bentuknya aneh sekali." ​Keenan terkekeh, ia melangkah mendekati sofa itu dan mengusap permukaannya. "Ini disebut Sofa Tantra, Aruna. Aku memesannya secara khusus agar kita bisa menikmati pemandangan kota dengan posisi yang... Jauh lebih intim dan nyaman saat sedang.. Bercinta.."
1036.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Cklek. Begitu Bumi melangkah keluar dan menutup pintu kamar VIP, sosok Sofia yang sejak tadi menunggu langsung menyentak berdiri dari kursi tunggu. Wajah cantiknya kusam, dipenuhi kepanikan yang tak sanggup ia redam. "Aksa!" Sofia merangsek maju, memotong jalan Bumi dengan raut wajah tanpa dosa.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Adik Angkatku, Kekasih Gelapku

Sementara Amara melangkah menjauh sedikit dan menjatuhkan bokongnya di sebuah sofa. Sofanya empuk, berlapis kain abu terang dengan jahitan rapi yang nyaris tidak terlihat. Dudukannya rendah, sandarannya lebar—jenis sofa yang tidak memaksa duduk tegak, tapi juga tidak membiarkan siapapun tenggelam sembarangan. Nyaman dengan cara yang terkontrol. Amara menyilangkan kaki perlahan dan mengedarkan pandangannya. Lounge itu terasa tenang. Musik instrumental mengalun, seperti latar yang hanya ada agar keheningan tidak terasa kosong.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lima Tahun Sebelum Tragedi Pernikahanku

Lalu Kinan pingsan tanpa sebab sehingga dia tidak mengamati dengan jelas suasana ruang tengah ini. Sebuah sofa besar dengan bantal nan empuk didampingi dua single sofa diletakkan di bagian tengah ruangan. Ada sebuah rak tempat Nyonya Septa meletakan aneka macam souvenir dari berbagai negara. Memang kedua orang tua Saka adalah orang kaya dan sering melakukan liburan keliling dunia. Bukan hanya liburan bahkan bisnis mereka juga ada yang tersebar di beberapa negara.
1071.7K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

batinnya. Mila menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuk dengan Sasya di sampingnya. Ia mengusap tangan mulus milik Sasya dengan penuh kasih sayang. Sasya tersadar, ia langsung menarik tangannya dan bersandar di sofa itu. "Kamu tunggu sini dulu, ya. Tante mau ke dapur, ngambil makanan," kata Mila seraya berdiri.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Tunggu Jandaku, Om!

Tunggu Jandaku, Om!

tanyaku kaget melihat dia tengah duduk di ruang tamu. "Aku cuma mau main, Dio, tadi tante Vivi menyuruhku datang ke sini tapi sayangnya sudah keburu pergi. Jadi, aku masuk saja katanya kamu bentar lagi pulang," jawabnya sambil mendekat kepada dengan mengenakan pakaian terlalu seksi bagiku. "Menjauhlah dariku! Ibuku akan pulang agak malam, jadi jika kau mau menunggu silakan dan jika ingin pulang pintunya di sana!" ucapku ketus lalu melangkahkan kaki ke arah kamar.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Dinikahi CEO Arogan

Dinikahi CEO Arogan

Seseorang tengah menunggu dan duduk di meja yang dipenuhi hidangan. Suci melirik orang yang sedang duduk. Sosok pria itu tampak tak asing lagi di matanya. Perlahan-lahan hatinya tidak tenang, terkejut dengan kehadirannya. "Maaf, menunggu lama, Pak Sofyan," sapa Andhika. "Sofyan!" Suci tercekat. Wajahnya memerah karena kaget. Mereka bertiga duduk dengan posisi berhadapan. Sofyan menyikapinya biasa saja, namun Suci merasa gugup dan gemetar. Andhika masih eksis dengan arogansinya.
1022.2K viewsCompletedAdded to Library 443 Times as sofa tunggu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status