Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Di area tengah aula tersebut, terdapat tiga buah sofa panjang berlapis kulit asli berwarna hitam pekat. Ukuran ketiga sofa itu sangat besar. Kapasitas gabungannya kira-kira cukup untuk diduduki oleh sepuluh orang sekaligus secara nyaman di tiga sisi yang berbeda. Di tengah-tengah jajaran sofa itu, terdapat sebuah meja kaca kristal yang terlihat sangat mewah memantulkan cahaya matahari pagi. Pak Sanjaya rupanya sudah duduk bersantai di salah satu sofa panjang tersebut. Pengacara senior itu sedang asyik membaca lembaran dokumen tebal dari dalam map kulitnya tanpa gangguan.
9.41.2M viewsCompletedAdded to Library 34.8K Times as sofa tunggu
Show Reviews (57)
Read
+Library
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Dikejar-kejar Brondong

Dikejar-kejar Brondong

Bahkan Sofie memeriksa tempat sampah di bawah meja Rakha, yang biasanya berisikan sampah bungkus permen, kini pun kosong. "Ternyata, tanpamu aku kesepian, Kha," lirih Sofie. Sofie kembali membuka pesan singkat yang dikirim oleh Rakha, sambil membacanya berulang ia mengelus layar gawai dengan jari-jemarinya. "Kha, daijobou? Gomen nasai, honto ni gomen nasai," lirih Sofie dengan mata berkaca-kaca. Di saat yang bersamaan, sebuah sedan mewah berwarna hitam berhenti di depan pintu masuk gedung BSC dan para anggota keamanan serta jajarannya berbaris rapi menyambut tamu yang sangat penting itu.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as sofa tunggu
Read
+Library
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Menjelaskan dan menceritakan apapun tentang tempat tersebut. “Bagaimana? Sudah capek? Mau istirahat dulu?” “Boleh.” Sofia menunjuk kejauhan. “Itu ada tempat duduk di sana.” Sandra mengangguk. Dengan napas sedikit terengah mengikuti Sofia. Untung saja, udara di kota ini sejuk. Tidak terlalu dingin dan tidak panas. “Tinggal sepuluh menit lagi sampai rumahku kok.”
10117.0K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Dia menyodorkan sebuah kartu dan memotong ucapannya, "Turuti saja. Aku masih butuh kamu membantu menyiapkan jamuan penyambutan untuk Felly. Istirahat yang baik, pulihkan badanmu." Kalimat yang belum sempat terucap itu pun tertahan di tenggorokan Teresa. Dia mengangguk pelan, menerima kartu itu, lalu meninggalkan vila. Saat pintu tertutup, dia mendengar suara Felly yang manja, "Alex, air gula merahnya belum hangat ya? Aku mau kamu pijat perutku." "Aku segera ke sana. Kamu berbaring yang manis, jangan banyak bergerak."
9121.2K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

“Kamu ngomong apa barusan?” Anita cepat mengalihkan. “Eh liat itu ada sofa lucu.” Mereka berhenti di depan sofa abu-abu lembut. Rex duduk duluan, menepuk sisi kosong. “Coba duduk.” “Enggak jadi, aku cuma mau yang penting aja hari ini.” “Tiga bulan lagi kamu akan nyerah dan minta ganti sofa. Ini investasi.”
1040.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Dirty Office

Dirty Office

Tepat di depan jendela besar itu, terdapat sebuah sofa dengan desain yang tidak biasa, melengkung dengan bentuk seperti huruf S yang sangat ergonomis dan dilapisi beludru berwarna merah marun yang mewah. ​"Keenan... Sofa apa itu?" tanya Aruna, matanya membelalak. "Bentuknya aneh sekali." ​Keenan terkekeh, ia melangkah mendekati sofa itu dan mengusap permukaannya. "Ini disebut Sofa Tantra, Aruna. Aku memesannya secara khusus agar kita bisa menikmati pemandangan kota dengan posisi yang... Jauh lebih intim dan nyaman saat sedang.. Bercinta.."
1034.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

Oma pun menepuk sofa kosong di sampingnya. Sejujurnya Sofia bingung harus bagaimana, tetapi dia memilih untuk menurut saja. Dia duduk di samping Oma dengan wajah tertunduk. Tak berselang lama Bima juga muncul dan dia duduk di single sofa. "Maaf menunggu," ucap Bima. Tentunya dengan wajah datarnya dan sikapnya yang dingin seperti biasanya. "Tidak masalah," jawab Pak Umar, pengacara Oma.
1019.6K viewsOngoingAdded to Library 528 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

Begitu panggilan tersambung, Sofia bahkan tidak menunggu sapaan dari seberang sana. "Kamu di mana? Aku mau bicara," ucap Sofia tanpa basa-basi formal. Nada bicaranya memerintah, bukan meminta. "Aku tunggu di halaman samping istana, dekat taman labirin. Sekarang."
1029.8K viewsOngoingAdded to Library 952 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Penyesalannya dimulai Ketika Aku Meninggalkanya

Penyesalannya dimulai Ketika Aku Meninggalkanya

Bab 73 Lobi perusahaan itu terlihat megah dan sibuk. Orang-orang berlalu-lalang dengan pakaian rapi, beberapa membawa map, yang lain sibuk dengan ponsel mereka. Camelia berdiri di dekat sofa tunggu, mendekap tasnya erat-erat. Matanya sesekali melirik ke arah pintu masuk, menunggu seseorang. “Kata Yesi tunggu di sini…” gumamnya pelan.
8.930.6K viewsOngoingAdded to Library 977 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Cklek. Begitu Bumi melangkah keluar dan menutup pintu kamar VIP, sosok Sofia yang sejak tadi menunggu langsung menyentak berdiri dari kursi tunggu. Wajah cantiknya kusam, dipenuhi kepanikan yang tak sanggup ia redam. "Aksa!" Sofia merangsek maju, memotong jalan Bumi dengan raut wajah tanpa dosa.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as sofa tunggu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status