Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Di sebelah kiri pintu masuk dibatasi oleh tembok putih menjulang –itulah tempat mengawasi dari dalam. Dan di sebelah kanan terdapat sofa berwarna krem. Biasanya setiap tamu yang datang akan menunggu di sana. Dulu waktu mendapat panggilan untuk wawancara, aku juga menunggu dengan hati yang berdegup kencang. Entah karena gugup atau takut membayangkan berada di keramaian. Bersama orang-orang asing yang tidak aku kenal.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Pelayan Sang Tuan

Pelayan Sang Tuan

“Ya. Tak masalah.” “Aku akan bergegas.” Panggilan pun berakhir. Elea menurunkan ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling lobi yang luas. Dengan desain interior yang memuaskan mata. Ada beberapa area ruang tunggu yang khusus di seberang tempatnya duduk. Dilengkapi set sofa yang disekat dengan pot pohon palem yang besar. Juga lorong dengan akses khusus yang mengarah ke area kolam renang umum. Dan di sisi lainnya ada lift …
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

Penjual Bunga itu Ternyata Istri CEO

bisik Sofia pelan. "Maaf, Nona, Anda dilarang masuk ke dalam. Lebih baik Anda menunggu saja di luar." Seorang perawat menahan Sofia untuk tetap menunggu di luar saja. Sofia mau tidak mau menunggu tantenya di luar ruangan IGD. Ia berdiri, kemudian duduk lantas berdiri lagi dengan perasaan khawatir luar biasa. Sofia terus menatap ke pintu dan tidak berhenti mendoakan keselamatan tantenya sambil menangis.
3.6K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Devil Intention - Bahasa Indonesia

Devil Intention - Bahasa Indonesia

Menunjukan kartu namanya dan mengatakan keperluanya ke resepsionis di lobi. “Silahkan menunggu sebentar....” perempuan berbaju rapi itu menunjuk ke arah sofa disudut lobi. “Lima menit lagi Pak Mahesa akan turun,” jelas perempuan itu. Menjelaskan kenapa Aruna harus menunggu, alih alih diantarkan ke orang yang ia tuju. Aruna menurut, ia melangkah ke arah sofa. Duduk diatasnya, dan menunggu. Seperti yang diperintahkan. Lima menit yang Aruna lewati dengan kebosanan.
9.427.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Taruhan Dengan Ceo Muda

Taruhan Dengan Ceo Muda

tanya Verlyn setelah berada di tengah ruangan. “Nona bisa berdiam diri di sini untuk duduk dan beristirahat lebih dulu sembari menunggu acara dimulai dan Tuan Presdir memanggil Anda untuk naik ke atas panggung,” jawab Sofia. Verlyn hanya bisa menghela napas panjang dan duduk di salah satu kursi dengan hati-hati. “Memangnya harus sampai… seperti itu, ya?” tanyanya heran.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris

Istri Lusuhku Ternyata Sang Pewaris

Sisanya menunggu di mobil. Di ruang tunggu itu ada sebuah meja dan kursi. Bidan Wina menunggu dengan beberapa dokumen di atas meja, ia merasa senang karena melihat orang yang ditunggu sudah hadir. Telinganya cukup panas karena dokter Reynard terus saja pemerintahnya untuk menelpon keluarga Sofia.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 695 Times as sofa tunggu
Read
+Library
CEO Buaya Darat

CEO Buaya Darat

tanya Indra lewat sambungan telepon. "Aku di rumah, Dra. Ada apa?" Sofie balik bertanya. "Aku tunggu satu jam lagi di lobi apartemen ku! Aku berangkat sekarang!" perintah Indra tegas.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Penguasa Hati sang Presdir

Penguasa Hati sang Presdir

Jika tidak memiliki tanda pengenal, seseorang harus turun untuk menjemput tamu tersebut. Sofia telah menunggu sekitar belasan menit, tapi Savon belum turun juga. Ketika Sofia hendak meneleponnya, Savon kembali mengirimkan pesan. [ Kak, maafkan aku. Liftnya ramai banget, tunggu sebentar, ya! ] Sofia membalas. [ Oke. ] Angin malam terasa menusuk sampai ke tulang-tulang. Sofia dan kedua orang yang datang bersamanya berdiri di depan pintu, beberapa orang yang lewat menatapnya dengan sinis dan aneh.
9.450.8K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as sofa tunggu
Read
+Library
Dari Pegawai Jadi Mempelai

Dari Pegawai Jadi Mempelai

Punggungnya terlalu tegak hingga terkesan pria itu sudah lama menunggu Elia dan nyaris kehilangan kesabarannya. “Prof,” sapa Elia lirih disertai anggukan samar. “Duduk.” ‘Astaga, bisa gak ramah dikit aja?’ gerutu Elia dalam hati. Elia meletakkan pantatnya di atas sofa dengan hati-hati, seolah sofa itu terbuat dari kulit telur yang mudah pecah. Beberapa saat lamanya Elia menunggu Wirasena bicara, tapi tak kunjung ada suara. Keheningan masih terus berlanjut hingga Elia merasakan tulang ekornya kebas.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as sofa tunggu
Read
+Library
Marrying The Mute Girl

Marrying The Mute Girl

Ia segera bergegas ke belakang dan membuka loker untuk menyimpan tas, membungkuk pelan dan tersenyum pada beberapa karyawan lain yang menyapanya dan sesekali ia jawab dengan bahasa isyarat. Begitu kembali ke depan, Sofia sudah menunggunya di meja kasir lengkap dengan sebuah nampan di tangan. Wanita itu menatap sebuah jam dinding yang terpajang di dekat pintu masuk. “Nyaris empat puluh menit. Kau ke mana saja?” tanya Sofia. Ia memperhatikan bagaimana wanita itu masuk kafe dengan napas yang tak beraturan dan langsung melesat ke belakang.
663 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as sofa tunggu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status