Ketika Takdir Menyapa
Begitu rasa sakit itu mereda, ia menyentuh lengan Dennis lembut.
"Mas, bangun..."
Dennis menggeliat pelan, suaranya masih berat karena kantuk.
"Jam berapa sekarang?"
"Sudah jam lima, sudah azan subuh. Mandi dulu, ya, baru salat," ucap Saras, berusaha menjaga nada suaranya agar tetap tenang.
"Baru jam lima..." gumam Dennis, berniat menarik selimutnya kembali.
Saras terkekeh kecil, meski perutnya kembali bergejolak.
Hot Chapters