Batas Waktu
Kakinya hendak menaiki anak tangga, namun langkahnya terhenti saat suara berat Siregar berhasil membuat jantungnya nyaris melompat keluar.
“Dari mana saja kamu, larut malam baru pulang. Jam berapa ini.” Ucap laki-laki itu ketus. Alfa mengedarkan pandangan ke ruang tamu yang tidak ada penerangan, sosok siluet papanya terlihat duduk di salah satu sofa. Adit memutar bola matanya dengan malas. Ia tersenyum kecut.
“Sejak kapan papa peduli sama aku,” Alfa berniat mengabaikan laki-laki paruh baya itu, tapi langkahnya lagi-lagi terhenti oleh nada penekanan dari mulut Siregar.
Bab Populer