Perjalanan Patah Hati
Sal bertanya seraya menunjuk sambal terasi di atas meja.
Raya menggeleng. “Seruit itu bukan nama sambal. Tapi tradisi dan cara makan khas Lampung. Mirip kayak istilah ngeliwet di Jawa. Terus sambalnya…” Raya menahan kalimatnya. Ia ambil masing-masing satu sendok sambal, juga kuah pindang untuk kemudian ia satukan diatas piring. “Nah, ini yang namanya sambal seruit. Perpaduan pedas, asin, asam sama gurih dari kuah pindang ini yang jadi istilah sambal seruit. Malahan, beberapa restoran biasanya nyajiin langsung diatas lumpang – atau ulekan kalau bahasa kita. Terus lo campur deh tuh di atas ulekan, nasi sama ikan baungnya.”
Hot Chapters