Suami tanpa Pilihan
Hanya tahu cara menghancurkan.
Dengan perasaan kesal yang masih menggelegak dalam dadanya, Rindu bergegas masuk ke dalam gedung. Begitu memasuki ruangannya, dia melihat Sari, teman satu timnya, sedang duduk di mejanya, tampak tenggelam dalam layar laptop.
“Pagi, Sari,” sapa Rindu, mencoba menenangkan dirinya.
Sari menoleh, tersenyum lelah. “Pagi, Rin. Kamu kenapa pagi-pagi gini sudah manyun begitu. Ada masalah?”
Hot Chapters