Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fantarna

Fantarna

Aku mengeluarkan kristalku untuk kembali ke istana. Kemudian aku melihat spanduk besar itu. Spanduk sekolah yang bernama Orchid’s School. Setahuku orchid itu nama lain dari anggrek. Aku mencari alamatnya. Akhirnya aku menemukannya. Sekolah itu sangat menarik perhatianku. Semuanya bewarna ungu, maksudku cat tembok dan pagarnya. Juga berbagai benda, barang, pamphlet dan spanduk(apapun itu). Dan beberapa bunga juga yang bewarnaa ungu. Niat sekali ada orang yang membangun sekolah seperti ini. Aku melihat ke dalam karena sekolah ini begitu sepi. Aku melewati sebuah yang mengarah ke lapangan besar.Seperti ada acara berduka saja di tempat ini. Aku mendengar kepala sekolah mereka meninggal. Dan aku
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Ah, ia jadi rindu rumahnya dulu. Meremas slingbagnya perlahan saat melewati jalan yang gelap, sepertinya lampu penerang jalan disini rusak. Harusnya tadi ia menerima ajakan Peter untuk mengantarnya kembali ke rumah. Saat dirinya sedang fokus berjalan, seseorang muncul dari kegelapan dengan jalan yang tertatih. Irene yang melihatnya ingin segera berteriak tetapi percuma saja tidak ada orang lain yang terlihat disekitar sini.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Aku tercengang membaca pesannya, mana mungkin Amira membeli perdana dari sana, sedangkan dia saja orang asli Kalimantan. "Ada nama pemiliknya? Bisa kamu lacak?" tanyaku. "Sepertinya itu nomor sekali pakai. Nomornya juga sulit di lacak, namun ada pemiliknya, itupun juga warga sana!" "Siapa namanya?" tanyaku. "Romina, kelahiran tahun 1945." Aku mendesah berat, siapa sebenarnya orang ini, mengapa ia meneror Alenaku.
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Scorpio

Scorpio

Cup Regina mencium pipi Rava yang mulus. Tubuh Rava menegang, ia hampir kehabisan nafas karena kecupan di pipinya. Dengan tangan yang gemetar, ia perlahan membuka kedua matanya. Wajah cantik Regina yang pertama kali Rava lihat. "Jadi gimana Ravangga Megantara? Lo serius nembak gue? Tapi sayang cara lo nggak aestehtic," cibir Regina merapikan rambut cowok itu dan memakaikan kaca mata hitamnya kembali.
82.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Bara Sang Pengembara Bab 24 17+ Puspita mengalungkan di lehernya. Menatap dari pantulan cermin. Saat itu juga terdapat dua janin yang tubuh di dalamnya tanpa ia sadari. "Argh! Argh!" teriak Puspita memegang lehernya. "Nyonya! Nyonya!" Mirna berbalik arah melihat majikannya kesakitan.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Karena baru dari luar dan harus mengigat kata-kata mama dulu. Sedangkan Ribka asyik dengan anjing kesayangannya yang bernama Scoopy do. Anjingnya lucu dan imut baru berumur 5 bulan. “Rib, mama kamu dimana?” “Mama lagi arisan, An. Setiap hari Minggu/2 kali sebulan, mama aktif mengikuti arisan.” “Memangnya kenapa, An? Kamu sepertinya teringat sesuatu, ya?” “Enggak, Rib. Aku hanya menanyakan saja. Rumah kamu besar juga ya, Rib?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Siren

Pembalasan Sang Siren

Namun di dekat pagar tua, sesuatu tergeletak di atas batu. Elvano melihatnya lebih dulu. Sapu tangan kecil. Berwarna putih. Di sudutnya ada bordir halus berbentuk huruf A. Kiara mengambilnya dengan hati-hati. "A," gumamnya. "Ardhani," kata Elvano. "Atau Adrian." Elvano menatapnya. Kiara membalas tatapan itu tanpa menghindar. "Kau yang bilang jangan percaya tempat yang terlalu mudah ditemukan."
507 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Mistpouffer

Mistpouffer

“Awalnya aku tertarik sama dia karena aku tuh enggak bisa baca pikiran dia. Aku enggak perlu tahu apa yang dia pikirin tentang aku.” Namika bisa merasakan napasnya yang terasa berat. “Tapi ternyata aku enggak bisa baca pikiran dia karena dia itu siren. Literally siren yang setengah manusia setengah ikan itu!” “Tunggu, jangan-jangan Aruna ini kenal sama Sirius? Dia kan juga Siren! Aku juga baru tahu akhir-akhir ini karena tante Mutia yang bilang ke aku,” ucap Yumi.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai spinster
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status