Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Unknown

Unknown

tanyaku kesal “Belum tau sih, semoga aja mau hehe”balasnya sambil menyengir kuda. “Udah yok aku anter pulang bentar lagi magrib. Udah nelfon bapak kan kalo kamu pulang telat?” “Belum hehe”sambil beranjak bangun.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

tolak Shima tanpa senyuman dengan tatapan yang sesekali melirik Arjuna. Sedangkan Arjuna tidak memperdulikan lirikan tersebut. Walau ia menyadari kalau Shima dari tadi melirik dirinya. Arjuna lebih memilih untuk tetap sibuk menghabiskan mie yang tinggal separuh. "Bagaimana ini, Arjuna? Shima menolak ajakanku?" tanya Gayatri sambil menoleh ke arah Arjuna. "Biarkan saja. Lagi pula sebentar lagi aku mau pulang," jawab Arjuna tanpa menoleh sama sekali.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
NINE

NINE

Kuharap paman sedang pergi. Ia bergumam dalam diam, memantapkan keputusan diri. -=9=-
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Yours

Yours

Ekspresi lelah tampak di wajah Josh, bukan hanya itu banyak hal dalam dirinya berubah. “Aku dengar dia sakit.” Rena berkata dengan menatap layar. Azka mengalihkan pandangan menatap Rena sekilas dan beralih ke layar ponselnya, “sakit apaan?” “HIV.” Azka secara otomatis menekan tombol pause, menatap Rena dengan tatapan penuh selidik. Rena menatap kedua mata Azka, mengangguk pelan meyakinkan bahwa apa yang dikatakannya tadi memang benar.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

Belum lagi ocehan Dita yang bikin sakit kepala. Sebenarnya aku sudah mau pulang dari tadi, tapi Zila masih betah di sana. Juga nggak enak juga sama Mas Agus dan mantan mertuaku. Mereka menahanku tetap di sana sampai acara selesai. * * * * *
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 677 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
TRUST

TRUST

“Biarkan aku tinggal denganmu.” Celine menatap gadis yang lebih tua tiga tahun darinya itu dengan tatapan tak percaya. “Apa?” “Kau tak salah dengar. Biarkan aku tinggal denganmu. Lagipula kau akan menikah dan pergi bulan madu,” jawab Caroline santai. Pelayan yang tadi kembali ke meja mereka dan menaruh pesanan Caroline. Dengan santai Caroline menyeruput kopinya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Home

Home

47 Sayang: Mas, tadi pas check in kamu kan gaikut masuk. Lupa bilang kalau kartu kamar yang satunya aku titipin di resepsionis. Aku udah bilang nama kamu kok jd nanti tinggal sebut nama aja. Aku lagi mager banget turun ke bawah mas maaf ya :(( ] ["Kenapa? Istri lo nge-chat?"] "Iya," jawabnya pelan. "Gue tutup dulu ya. Makasih sudah angkat telepon dari gue."
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai stay
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status