Satu Atap
Vela pamit, melambaikan tangan ke arah Lisa.
"Iya. Hati-hati nanti di jalan..." Lisa balas melambaikan tangan ke Vela. Vian sudah menghilang dari balik gerbang sedari tadi.
Beberapa detik kemudian, setelah Vian dan Vela kembali ke rumah mereka, suasana rumah Lisa mendadak sepi. Lisa menghela napas. Kata banyak orang, jadi anak tunggal itu menyenangkan. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Lisa. Baginya, anak tunggal itu sepi, garing, dan membosankan. Sehari-hari sendiri, apa serunya coba?
Hot Chapters