Cinta Yang Salah
Kendaraan roda dua yang aku tumpangi pun berhenti di tepi jalan depan toko baju yang masih tutup itu, aku melangkah lantas membuka pintu terbuat dari kaca, dan masuk ke dalam butik tersebut.
"Kania ...," panggilku sambil berjalan melewati jejeran manekin, terpajang beberapa gaun indah dengan gliter yang menambah kesan elegan, dan ada dress berbagai model, juga blues batik berbagai motif.
"Iya ... eh, ternyata kamu sudah sampai, Tan," jawab Kania yang baru keluar dari ruangan belakang tepatnya sewing area, dimana para penjahit pakaian bekerja.