Bara Dendam Sang Prabu Boko
Mereka duduk berdekatan di luar pondok, api unggun kecil menyala redup, memberikan kehangatan minimal.
"Walaing memang tangguh di ketinggian, Karjak," bisik Lenthung, suaranya rendah dan sarat perhitungan militer. Ia mengambil ranting, menggambar garis-garis kasar di atas tanah berdebu, menunjuk titik-titik vital dengan telunjuknya yang kotor. "Bentengnya tampak kokoh, dan mereka memanfaatkan kemiringan bukit dengan cerdas. Setiap jalur naik telah diantisipasi dengan baik oleh titik-titik pengawasan."
Karjak mengangguk, sorot matanya tajam. "Persis dugaanku. Strategi mereka adalah menara gading. Kekuatan mereka terletak pada topografi yang tak ramah."
Hot Chapters