Titik Nadir Sang Pendosa
Lelaki itu mencium kening istrinya lama dan dalam sebelum akhirnya memberikan jawaban.
“Kita berada dalam fase berjuang, Yang. Menurut Abang, selama masih bisa berusaha, apa salahnya mencoba? Bukan tidak menerima ketetapan takdir, tapi sebagai manusia kita juga diwajibkan untuk berikhtiar secara maksimal. Jadi, tergantung kita sendiri yang menentukan mau sampai kapan terus mengusahakan.” Mendadak, Indra terkekeh melihat wajah Naura yang sangat serius mendengarkan ucapannya barusan.