Dinodai Sebelum Malam Pertama
Sungguh, ia selalu merindukan istri tercinta.
“Sayang, tolong! Mas panas dan gerah. Argh, tolong! Sayang, sepertinya seseorang sudah membubuhkan obat perangsang pada minumanku! Argh,” lanjut sang istri menirukan ucapan suaminya yang telah menipunya mentah-mentah.
Seketika sang suami tertawa keras. Kemudian ia menarik istrinya masuk dalam dekapannya. Ia menghidu aroma tubuhnya yang bikin candu. “Sayang, Mas cocok ya jadi aktor?”