Wanita Yang Melamar Suamiku
Emosi tengah membakar, seperti letupan larva di kawah gunung berapi, siap untuk dimuntahkan.
“Maksudnya apa, Mbak?” tanyaku bingung.
“Kami berjuang menikahkan Sigit dengan Yosa, tapi kenikmatan yang kami dapat tak sampai belasan hari. Selanjutnya penderitaanlah yang kami perolah. Bahkan semua berakhir seperti ini. Aku, Sekar, Ibu, Sigit, Yosa, kami semua hidup menderita! Bahkan semua anak-anak juga akan kena imbasnya. Semua itu karena sumpahmu, iya, kan!”
Bab Populer