Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Greedy

Greedy

Naina memberikan jempolnya kepada Joy. *** "What?! Kamu udah gila?" Sella terkejut dengan ide gila yang diusulkan oleh Alex. "Ah, kamu terlalu lemah untuk bekerja sama denganku. Pantas saja kamu tidak bisa mendekati Rey sedetik pun," ucap Alex penuh olokan. Ia menempeleng pelan Sella, karena merasa gemas.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as suggestive
Read
+Library
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Setiap selesai melepaskan hasrat nafsu, aku bisa menikmati pelayanan Luna. Selama tiga hari pertama, aku merasa seperti tinggal di surga. Namun di hari-hari berikutnya, tubuhku tiba-tiba terasa tak tertahankan. Setelah beberapa hari stimulasi tanpa henti, tubuhku seperti terkuras habis. Lingkaran hitam di bawah mataku terlihat mengerikan. Aku bahkan tidak bisa ereksi, sementara hasrat Luna semakin kuat.
63.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as suggestive
Read
+Library
BOSSY

BOSSY

"Ada juga sih, ini bisa buat hiburan dan menghasilkan banyak uang." Ava menatap Alana berbinar. "Apa? Hiburan apa?" tanya nya bersemangat. "Open BO." Alana tertawa mengajek. "Lo cukup tinggal stand by aja." Ava mengernyit, kini memutar kursinya menghadap Alana sepenuhnya. "Enak banget hiburan kayak gitu, boleh tau itu hiburan sejenis apa? Dapat uang banyak, kan? Kalau iya, gue mau deh."
107.2K viewsOn holdAdded to Library 231 Times as suggestive
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

beri tahunya jujur. Batin Siska menjerit kegirangan mendengar pengakuan Mariska. “Jika kamu merasa lebih pantas bersanding dengan Felix, kenapa tidak coba untuk mendekatinya. Kamu mempunyai lekuk tubuh yang bagus, tidak ada salahnya untuk memperlihatkan kelebihanmu walau saat bekerja. Mama sangat yakin, mata laki-laki normal pasti terpesona dan tergoda oleh keindahan lekuk tubuh yang kamu miliki,” sarannya sambil tersenyum puas.
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as suggestive
Read
+Library
Difficult

Difficult

Endi menggerakkan tangannya dengan gerakan mengipas kearah wajah “Gue benar-benar nggak nyangka lo bisa berbuat begitu.” “Nafsu, Bro. Gue nggak sadar melakukan itu semua, semua terasa nikmat ditambah suasana sangat mendukung.” Leo memberikan alasan masuk akal, tangannya menggaruk leher yang tidak gatal “Lo harus coba nanti sama Tere.”
6.7K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as suggestive
Read
+Library
SUSAN

SUSAN

Sidney merasa tetap harus waspada karena sepertinya Susan sedang coba merayunya. "Kenapa kau selalu cemburu terhadap Sidney Parker?" "Karena dia memiliki tubuh yang sempurna untuk menyentuhmu," jujur Sidney bermaksud agar Susan juga berpikir masuk akal bukannya malah menggodanya seperti ini. "Hanya itu? " dia pura-pura meremehkan Sidney. "Kau juga boleh menyentuhku. " "Oh tolong, Susan, jangan menawarkan hal terkutuk seperti itu pada pria sepertiku!"
1070.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as suggestive
Read
+Library
Konspirasi

Konspirasi

“ kenapa begitu?” “ mungkin kita hanyalah umpan, kita tidak mempunyai masalah dengannya. Karena itu, dimasa depan kamu jangan lagi berurusan dengan dia. Berpura puralah bodoh dan tidak tahu apa apa dengan begitu kita akan terhindar dari segala kemungkinan buruk.” “ kenapa preman itu bisa patuh sama bibi?” “ aku memberi mereka racun dan menawarkan penawar.”jawab dewi sambil tersenyum
9.96.2K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as suggestive
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Kaizen bergumam sendiri "Tidakkah sangat mengganggu jika kita tidak memiliki petunjuk? Terlebih lagi, bukankah agak terlalu usil bagi Sang Mata untuk mengotak-atik tubuh pemain hanya untuk membuat segalanya menarik ... Tunggu, usil?" Mata Kaizen membola saat pikirannya kembali teringat akan satu dan lain hal, mulutnya sontak mengeluarkan dugaan siapa pelaku santet ini
104.8K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as suggestive
Read
+Library
THE POSSIBLE

THE POSSIBLE

Aku mengalihkan pandang, berusaha untuk secara mental meninggalkan tempat ini dan memimpikan sesuatu yang menyenangkan. *** Yuval gelisah luar biasa ketika aku kembali ke kantor. Sobatnya, Ticki, si detektif swasta, sedang duduk di meja, otot bisepsnya yang padat menyembul dari balik kaus ketat berleher panjang. Ia bukan orang yang rapi; pipinya merah, sepatu larsnya berujung lancip, dan tampaknya menyukai perkelahian. Yuval memperkenalkan kami, menyebut Ticki seorang klien, lalu mengangsurkan sebuah bloknot padaku dengan pesan Teruslah bicara tentang apa saja, oke? tertulis dengan tinta hitam pada halaman teratas.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as suggestive
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status