Takdir sang Nona Pewaris
Surat lamaran itu memang datang silih berganti pada Suran, tentu saja dia tahu sekali akan sangat berbahaya jika Suran benar-benar menerima lamaran salah satu dari mereka.
“Sayang, ucapanku tadi jangan diambil hati ya? Aku benar-benar tidak sedang memarahi mu, aku cuma... cuma agak terkejut saja dengan hutang sebanyak itu,” bujuk Luderin.
Ibunya Luderin pun langsung tersenyum, gawat juga kalau sampai Suran menikah dengan pria lain, hidup mereka akan sulit lagi nantinya.