Putri yang Sesungguhnya
“Silahkan menunggu, di tempat yang kosong tuan. Saya akan mengantar pesanan anda.“
Gibran tersenyum puas. Kemudian langkahnya segera menyambangi kursi dan meja yang kosong.
tiga menit berlalu. Pesanan Gibran datang. Oleh Binar yang mengantarnya.
“Selamat menikmati hidangannya,” kata Binar, dia hendak langsung pergi. Tapi, pergelangan tangannya tercekal kuat.
“Aku ingin berbicara padamu,” kata Gibran
Binar melengos malas, ”Anda tidak melihat, saya sibuk!“
“Sebentar saja.“
“Satu menit dimulai dari sekarang.”
Mendengar itu Gibran menghela. Satu menit itu sangat sebentar sekali. Itu tidak masuk akal. Maka dengan gerak yang cepat, Gibran menarik Binar untuk duduk di kursi depannya.
Sikat na Kabanata