Sisa Rasa
“Lebih aman.”
Saat mereka kembali ke rumah sakit, Selin sudah bangun. Ia setengah duduk, Mama Selin sedang menyuapinya bubur. Rambutnya dikuncir asal, wajahnya masih pucat, tapi matanya sudah lebih hidup.
Selin menoleh duluan saat Rendra masuk.
“Ren,” katanya. “Udah balik.”
“Iya,” jawab Rendra. “Gimana sekarang?”