Takdir Dinda
Pulang dari dokter, jalanan macet sekali, jadi Dinda mengambil jalan alternatif.
Kaget Dinda, bukan kepalang melihat Suaria sedang berdua dengan laki-laki sangat mesra sekali.
“Pak, itu bukannya Suaria?” kata Dinda pada bapak.
“Ya, itu Suaria, mau dipanggil atau tidak,” kata Dinda.
“Tidak usah, mungkin itu teman yang akan ditemui.”
Dinda tidak habis pikir, itu Suaria sedang bercumbu, kalau tidak boleh mau dibilang selingkuh, di taman sepi hanya berdua.
Sikat na Kabanata