Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Dan ia tahu persis siapa dalangnya. Ayla Reynard. Wanita itu telah berkembang jauh dari gadis sederhana yang dulu ia remehkan. Eleanor duduk di ruang kerjanya, menyesap segelas anggur merah sambil membaca laporan terbaru dari tim hukumnya. Tak butuh waktu lama sebelum Leon masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi penuh amarah. "Ibu, kau harus hentikan semua ini," ucapnya tajam. "Kau harus membersihkan namamu sebelum semuanya hancur."
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Jodoh Dadakan Dirgantara

Jodoh Dadakan Dirgantara

Dia menjawab santai pertanyaan dari sang atasan. "Padahal, aku ingin memperkenalkan kamu dengan Saraswati, putriku. Dia baru saja lulus S2 kedokteran tahun ini. Eh ... malah sudah nikah duluan dengan seorang perawat," ucap pria paruh baya itu, kembali terkekeh. "Berarti kita tidak jodoh, Pak!" jawab Dirgantara dengan tegas. "Bukannya nggak jodoh, Dirga, tapi kalah cepat," jawab sang atasan lagi, masih dengan tawa ramahnya.
101.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 44 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Lalu, Mela menyentuh layar ponselnya dan membuka video berdurasi beberapa detik itu. Jantung Mela seketika mencelos melihat video tersebut. Video tersebut merupakan video boomerang yang diambil di dalam mobil mewah dan terlihat Lisa tertawa manja di sebelah Damar. Bukan tawa Lisa yang menarik perhatian Mela, melainkan pakaian yang dikenakan Damar. Ia mengenakan jaket dari klub golf eksklusif yang sama. Bahkan, Mela memperhatikan postur Damar saat ia sedikit condong ke depan persis dengan postur tubuh samar yang ia lihat berlari di rekaman CCTV.
807 viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

["Halo, siapa ini?" ["Pak, saya Andini. Kenalkan? Mahasiswi Bapak."] ["Oh, iya. Ada apa?"] ["Pak, saya bukan Refa. Saya Andini. A-N-D-I-N-I."] ["Siapa yang bilang kamu Reva. Kamu Andini. Saya gak budeg, yang budeg kamu."] ["Dih, ngegas! Pak, jangan bercanda Pak. Itu di tas baju Inspektur Arjun, tolong liatin ada pembalut saya gak, Pak? Kayaknya masuk ke dalam situ."]
1019.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 563 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

Dan setelah itu hidupnya bebas tidak ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Bagaskara. Malam itu, di tengah hujan deras dan kilat yang sesekali menyambar, Leyla berjalan tertatih membawa perutnya yang buncit. Pasrah ke mana kaki akan membawanya. *** 18 Maret 2000 "Anak kamu sudah lahir. Semua biayanya sudah Mas Bagas lunasi jadi kamu tidak ada alasan lagi untuk menuntut," jelas Rista pada Leyla yang sedang menggendong bayinya begitu dia dan Bagas masuk ke ruangan di mana Leyla di rawat pasca melahirkan.
1011.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 306 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Sari terbelalak di tempat dia bersembunyi, lututnya gemetar dan keringat ketakutan mengalir dari dahi yang mulus. Rendra melesat ke arah depan, namun di hadang oleh Bati siluman kelelawar, pertarungan tak terelakkan lagi. Fitri berteriak minta tolong. Sendala melesat ke luar meninggalkan Sinta dan Fitri.
102.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 47 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

Jawab Devan dengan senyuman. Ibu Asih pun langsung bergegas untuk membantu putrinya menyiapkan makan siang "Om Devan, Aku begitu sangat rindu sekali dengan ayah tapi aku tidak tahu bagaimana wajah Ayah yang sekarang, karena Ayah sampai detik ini tidak pernah datang pulang ke rumah. "Celoteh Aisyah membuat Devan merasa iba pada gadis kecil yang ada di hadapannya itu. Devan memang tahu tentang kisah hidup Alina Dia adalah seorang janda yang ditinggal selingkuh oleh suaminya, hingga sampai detik ini Alina memang tidak pernah tahu di mana keberadaan Raka.
1010.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 202 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Takdir Dinda

Takdir Dinda

Pulang dari dokter, jalanan macet sekali, jadi Dinda mengambil jalan alternatif. Kaget Dinda, bukan kepalang melihat Suaria sedang berdua dengan laki-laki sangat mesra sekali. “Pak, itu bukannya Suaria?” kata Dinda pada bapak. “Ya, itu Suaria, mau dipanggil atau tidak,” kata Dinda. “Tidak usah, mungkin itu teman yang akan ditemui.” Dinda tidak habis pikir, itu Suaria sedang bercumbu, kalau tidak boleh mau dibilang selingkuh, di taman sepi hanya berdua.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 71 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Tangannya bersedekap di depan dadanya yang bidang. Cahaya rembulan yang samar-samar, menyinari sebuah benda yang terselip pada kedua telapak tangannya. Benda itu ialah sebuah kalung liontin berwarna biru. Tertera huruf M pada bandulnya. Kalung itu milik Menur yang diberikan oleh Wati pada Pakdo Ramli, sebelum pria itu meninggalkan rumah Ujang beberapa waktu lalu.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 140 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
Om, Nikah, Yuk!

Om, Nikah, Yuk!

"Oke. Kutunggu." Dilara menutup sambungan telepon. Dia menyunggingkan senyuman. Dia tahu jika Indy adalah penggemar film Bollywood. Dulu, saat Dilara masih berpacaran dengan Vasant, Indy berulang kali datang dan menginap di apartemen lama Dilara. Mereka akan menghabiskan malam dengan menonton film dari India. Sementara itu di tempat berbeda, seorang pria tengah melenggang dengan santai. Dia membalas sapaan petugas lobi dengan ramah, lalu meneruskan langkah hingga tiba di lift.
102.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 69 Beses bilang sutradara dilan 1990
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status