Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penghancur Langit

Sang Penghancur Langit

jawab Ming Feng. "Tapi aku melihat kau sedang termenung memikirkan sesuatu," kata nyai Lin. "Tidak nyai, aku tidak memikirkan apapun," jawab Ming Feng. Tapi nyai Lin tidak percaya, dia tidak percaya karena dia sangat kenal dengan Ming Feng. Ming Feng merupakan salah satu gadis yang paling periang dari enam gadis yang dia bawa jadi pemusik kecapi. "Apa kau merindukan rumah?" tanya nyai Lin.
9.466.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai suì-fēng
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
k2pro010
ceritanya bagus, cuma kenapa banyak sekali cerita yang gantung, cerita belum selesai sudah ditinggalkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya, malah beralih ke jalan cerita yg lain, jadi mudah ditebak pasti ending nya gantung juga ini
Baca Semua Ulasan
Selìni

Selìni

Apa yg terjadi di sini? Rasanya semua terlalu banyak untuk dicerna. Otak dan pikiran gadis itu mendadak kosong. Seluruh syarafnya konslet. Kenapa semua hancur dan berantakan– Apa yg baru saja terjadi? Api. Ada api membumbung di sudut goa. Taighcon ada yg terbakar– bahkan lebih dari satu taighcon terbakar habis. Beberapa bangunan kayu yg dibangun runtuh.
908 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Ia berjalan mendekat ke meja dan meletakan teko teh yang masih terasa cukup panas dan mulai menuangkannya ke dalam cangkir. Suara dentingan sendok ke teko keramik serta air panas yang dituangkan dari teko teh memiliki tempo suara yang lebih tenang daripada suara air yang mengalir dari air mancur. Suasana menjadi sunyi dan itu membuat suara air tersebut menjadi lebih keras dari biasanya. Adrian yang duduk di kursi dekat jendela, membiarkan pikirannya mengembara ke suatu tempat yang jauh dan tidak dikenal. Aroma dari seduhan teh yang tidak Adrian kenali menguar ke udara dengan uap, berhembus ke arahnya, mengkonfirmasi gagasan bahwa ada orang lain di dekatnya.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Aku berjalan mendahului Henry namun dia dengan cepat mengikutiku dan berdiri di sampingku. “Mau pesan Takoyaki? Rekomendasi hari ini Takoyaki cumi-cumi dan keju. Anda mau mencobanya?” salah seorang asisten penjual menghampiriku dengan penuh ramah-tamah. Aku mengangguk menyetujui rekomendasi tersebut, “boleh. Untuk satu orang.” Asisten penjual tersebut tersenyum, “anda memiliki kupon?”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> "Feng Feichen, di mana Paviliun Dewa Mabuk Dinasti Fengyuanmu? Bawa aku ke sana, aku akan melampiaskan amarahku hari ini!" Yan Xi menatap Feng Feichen, wajahnya penuh ekspresi garang dan ganas.
1029.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Feng Ru Ai

Feng Ru Ai

jawab Ai sopan "Tapi lain kali, saya harap anda berhati - hati. Ini jalan raya ibukota MingQi, banyak orang yang berlalu lalang disini" Tukas Ai lalu lantas membungkuk meninggalkan pangeran Rong dan YuSu yang tertengun dengan ucapan sarkas Ai yang kini berlalu meninggalkan mereka di bawa tatapan terkejut para penduduk MingQi yang baru saja menyaksikan tontonan yang menarik. "Entah hanya perasaanku saja, mengapa aku merasa bahwa kita seolah - olah baru saja dicampakan?" Gumam YuSu sepeninggal para penduduk MingQi yang mulai berhamburan meninggalkan tempat mereka berdua.
912.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Shen Xiao

Shen Xiao

"Kau sudah tidak waras ya, Teng Fei?!" Shen Xiao cukup terkesima sesaat sebelum matanya menatap ke bawah tak ingin melihatnya. Seorang laki-laki yang memiliki penampilan begitu rapi dan cukup menawan dengan pakaian biru muda bercorak bunga plum, Chan Fan. Ia salah seorang murid suatu Perguruan atau Sekte besar yang di kenal di suatu kota besar yang hampir setara dengan Ibu Kota Kekaisaran. Chan Fan seorang murid dalam yang dikenal teladan dan beretika baik saat di dalam Sekte, tapi ketika di luar dia akan bersikap jauh lebih tegas dan memiliki ambisi besar dan dinilai sangat licik. Sampai kadang kala sikap Chan Fan itu membuat teman-temannya pada menjauh darinya.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai suì-fēng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status