Skandal Gila Suamiku
“Udahlah, kalian itu sama-sama salah. Nggak usah lagi cari pembenaran. Begitu ketahuan aja kayak gini, kamu mau bunuh dia. Kemaren waktu masih ngerasa aman, keenakan bercumbu sama dia, sampai nggak ingat dunia, nggak ingat anak, nggak ingat pasangan masing-masing. Kalau nggak cepet ketahuan, udah bunting dia itu kau buatkan! Untungnya Allah kasihan sama aku, nggak mau aku terlalu lama dibodohi kalian.”
Bang Roni menjatuhkan pisau di tangannya. Ia duduk lemas di kursi, menangis dengan menutup wajahnya.
“Apa hubungan kita udah berakhir?” Tangisnya.
“Itu mau kamu kan? Harusnya kau senang karena tak perlu menunggu sampai ke akhirat hanya untuk bisa menikahi Riya.” Sindirku pedas.
“Aku sama sekal
Sikat na Kabanata