Salah Melamar
“Ammar, mungkin ini berat. Tapi percayalah, akan lebih berat bebannya jika kamu mencoreng nama wanita baik-baik seperti Khadijah. Terlebih lagi kamu menyakiti hati seorang ibu yang mulia layaknya emak Dainah. Khadijah seorang wanita yang taat agama.”
Waktu terus kuhabiskan dengan meringkuk kepedihan. Hingga waktu itu tiba, aku benar-benar melihat seorang wanita yang terlihat begitu cantik di mataku. Ia duduk di kursi pelaminan dengan kebaya warna putih. Bahkan hanya dengan memandangnya, mampu membuat jantungku berdegup tak pada semestinya. Rasa yang tak pernah kurasakan terhadap siapapun yang kutemui, termasuk adik Khadijah. Perlahan aku melangkah maju, bersamaan dengan darah yang berdesir h
Hot Chapters