Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

"Dimas itu bukan tipe cowok yang paham prosedur itu, kan? Dia itu pemuda biasa pada umumnya?" Azura menganguk lemah. Terus rencanamu apa, Ra? Masa diem aja? Di Islam cewek ‘nembak’ boleh nggak, sih? Yunita memanyunkan bibirnya. "Yah, pacaran lagi. Kan Rara nggak boleh pacaran." "Sebenarnya ... sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, dulu Bunda Khadijah juga yang lebih aktif," Azura mulai menjelaskan, suaranya sedikit lebih mantap meski pipinya masih terasa panas.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

"Apanya yang beda sih, Sen. Kita itu menikah karena dijodohkan, sama seperti Siti Nurbaya yang dijodohkan dengan Datuk Maringgih." "Bedanya banyak, Sayang. Siti Nurbaya itu menikah dengan Datuk Maringgih karena Ayahnya-Baginda Sulaiman memiliki hutang pada Datuk Maringgih. Dia tidak bisa membayarnya, kamudian Datuk Maringgih meminta menukarnya dengan Siti Nurbaya." "Iya. Kalau kita terpaksa menerima perjodohan konyol ini karena surat wasiat dari Opa Wijaya."
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Bekas Merah di Leher Istriku

Bekas Merah di Leher Istriku

"Kau ingat Khadijah? Dia adalah wanita Arab, bangsawan dan sangat kaya, dia lah istri nabi yang pertama. Artinya, harta bukanlah tolak ukur untuk menikah." Aryo terdiam. "Bangkitlah! Selagi kau masih muda dan gagah, kau cukup tampan untuk menjadi suami bos besar." Mang Ujang bangkit, merapikan ikatan sarungnya dan masuk kembali ke dalam kamar. Aryo termangu.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Kusembuhkan Lukamu Dengan Bismilah

Kusembuhkan Lukamu Dengan Bismilah

Guratan ketegasan terlihat di wajah pemilik berkulit hitam manis itu. “Kamu semakin tampan Mas Khaidir saat bersikap dingin seperti ini, pantas saja Mbak Kaysha begitu sangat mencintaimu. Kamu memang sangat berbeda dengan Mas Dewa atau yang lainnya, bahkan aku sangat penasaran dengan gairahmu saat diatas ranjang, bolehkah aku merasakan sekali saja, Mas?” Goda Syeira yang semakin maju ingin dipeluk Khaidir.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

Syair Singgasana 1 : Prahara Di Balik Kabut

“Di Dunia di Balik Kabut ada 5 agama besar yang sudah dipercaya ribuan tahun lamanya. Orang utara, tempat kita berada sekarang menyembah berhala besar dari batu alam yang disebut Mahawirya, orang selatan menyembah pohon Jeletung yang berusia di atas 50 tahun, umumnya pohon itu diukir dengan bentuk wajah mirip Mahawirya di utara di bagian batangnya dan setiap empat puluh hari sekali diberikan darah binatang ternak. Di timur, termasuk Adighana, mereka menyembah berhala juga, namun berjumlah 14 dan biasanya disimpan di sebuah tempat peribadatan khusus. Kau pernah melihat?” “Sepertinya pernah..” jawab Bayu agak berpikir, “awalnya kupikir itu sebuah candi, tapi tak pernah masuk ke dalam. Salah sa
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
fatekhatur rohmah
Temponya emang gak terlalu cepat, pelan tapi udah ada kejutan di bab-bab awal dan bikin penasaran. Dialognya bagus dan penulis bener2 pas ngasih momen yang bikin aku kaget alias ga buru-buru. Masih belum bisa ditebak tokoh jagoannya yh mana nih, plis deh yg kayak gini jangan cepet2 tamat
Rizki Ansyari
Dunia dibalik kabut adalah refleksi dunia awam sesungguhnya, dimana semua ego, intrik, pengkhianatan akan selalu ada. Penulis mempu membukus kisah ini dengan begitu rapi tapi juga memainkan emosi pembaca. Kereeenn
Baca Semua Ulasan
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

Bapak meminta agar Pak Kiai mendoakan dan memberi nama yang baik. "Namanya Anaya Sarah Azzahra," seru Pak Kiai sambil menimang Ana. "Suatu hari nanti dia akan menjadi wanita yang cantik, pintar, cerdas. Mulia dan bermartabat seperti Sarah istri nabi Ibrahim. Lemah lembut seperti Fatimah Azzahra putri baginda Nabi. Anaya akan membawa kemuliaan dunia akhirat bagi Pak Abdul dan Bu Nina."
9.228.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 646 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

ujar Khadijah antusias, bahkan sebelum keduanya sempat mengucapkan salam. Seorang gadis berpakaian syar’i ikut berdiri ketika Khadijah beranjak mendekati mereka. "Zaina, kenalin ini Syifa," ujar Khadijah dengan senyum hangat. "Syifa, ini menantu umi." Syifa mengangguk sopan sebelum menyalami tangan Zaina. Zaina pun membalasnya dengan sikap yang sama. Namun, entah mengapa, ada sesuatu dalam tatapan Syifa yang terasa tidak tulus bagi Zaina.
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 356 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
SUAMI YANG SEMPURNA

SUAMI YANG SEMPURNA

Khadijah mengusap air mata Wanda penuh perhatian. Aku meneguk ludah dengan susah payah. Wajah wanita bernama Khadijah itu bersih, bersinar, bercahaya, cantik. Senyumannya seperti bidadari surga. Tutur bahasanya lembut, gestur tubuhnya santun dan gemulai. Bener-bener istri idaman para pria. Lantas mengapa Kevin mesti memilihku, jika wanita seperti Khadijah saja sudah sangat sempurna?
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

Mbak Siti datang dari arah pintu dan berdiri di samping ibunya. Di sini aku yang disakiti, tetapi aku yang dikuliti habis-habisan. "Jadi kalian mengizinkan mereka berzina? Luar biasa," ucapku sambil mencoba berdiri dan menyeka air mata. "Belum tentu orang yang beriman mati akan masuk surga. Belum tentu juga yang tukang zina mati masuk neraka. Memangnya kenapa? Kamu ingin mereka tidak berzina? Sebentar lagi mereka akan menikah. Menunggu rumah di desa sebelah jadi. Setelah Imah menikah, Harno juga akan menikah dengan Marni. Dan kamu tahu? Marni yang membuat rumah itu. Masa kami harus membuang jauh berlian yang datang?" kata mbak Siti dengan pongahnya.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Dia menjeda. “Sayyidah Khadijah, misal. Beliau tak hanya menyerahkan seluruh harta, bahkan beliau menyerahkan nabi untuk umat. Istri mana yang rela, suami pergi dari rumah untuk berdakwah, lalu pulang dengan berlumur darah. Abang yakin tak ada. Tapi Sayyidah Khadijah mendukung perjuangan Nabi. Mereka adalah contoh untuk umat macam mana ketakwaan pada Allah. Jika Allah memberi perintah, tentu mereka patuh. “Lalu baginda nabi. Baginda Nabi adalah manusia yang paling adil. Sahabat-sahabatnya saja merasa paling dicintai oleh beliau. Bukan tak mungkin beliau adil pada keduanya.
9.781.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai syair manaqib siti khadijah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status