Takdir sang Nona Pewaris
panggil Suran, “di acara besok... bantu aku untuk melakukan satu hal.”
Wulien mendekat, ia membungkuk sehingga Suran bisa berbisik di sana.
Menganggukkan kepalanya, Wulien mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Suran, memahami agar tidak salah mengambil langkah.
Wulien pun kembali tegak. “Nona, maka itu artinya... gudang harta keluarga Hideria akan...”
Suran tersenyum tipis. “Tidak masalah. Aku tahu apa yang kulakukan dan konsekuensi seperti apa yang akan aku dapatkan.”