Hamil di Malam Pertama
Yuta menghapus air mata di waja, hatinya terasa sejuk mendengar perkataan Sang Ustaz.
“Baiklah, Prayuta, saya akan membimbing kamu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hal yang kamu lakukan sekarang sudah benar, walau fisikmu tak bisa kembali menjadi laki-laki karena operasi yang sudah kamu lakukan, setidaknya kamu sudah berniat untuk bertobat. Kodratmu tetaplah laki-laki dan di sini kamu tetap harus berpenampilan seperti laki-laki. Hal pertama yang harus lakukan, kamu harus melaksanakan sholat tobat nasuha.” Ustaz paruh baya itu menatap sekilas Yuta.