Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

Mertuaku Racun Rumah Tanggaku

tanyanya "Yang sederhana aja, Dek, yang penting jelas terbaca sama nanti cantumin nomer hapenya," kata Arumi mengulas senyum canggung. Dia sendiri bingung mau minta tolong dibuatkan malah ditanya lagi. "Nomer hape siapa, Kak? Kalau nomer saya nanti Kakak save saja langsung!" ujar pemuda itu. Arumi mengangkat alis dan tak mampu menahan tawa karenanya, namun buru-buru dia merapatkan bibirnya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as ta rum pum
Read
+Library
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Victoria terkejut, dia sendiri mendengarkan dengan jelas kalau burung ini berbicara sangat lancar dan lantang tentang idolanya. "Ah, kamu salah orang kali, ini Jose Piter, atlet internasional yang paling dikagumi banyak orang di seluruh dunia, bahkan di kampus ini, pastinya akan sulit bertemu dengannya, pasti kamu salah orang, banyak sekali nama Jose di kampus ini, aku saja memberikan nama Jose padamu, jadi lebih baik kamu makan kacangnya dengan baik."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as ta rum pum
Read
+Library
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

kata Roy. Mereka berdua turun dari mobil, Roy membayar karcis agar bisa masuk. Reva benar dibuat melonggo, melihat keindahan taman kota yang berada disana. “Roy, ini taman kota apa surga? Sungguh sangat indah sekali,” puji Reva. Bagaimana tidak dibilang surga, jika taman ujung kota sangatlah indah. Kolam yang sangat besar berada di tengah-tengah, bahkan di kolam tersebut bisa bermain kapal besar yang di muat oleh 10 orang.
16.2K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as ta rum pum
Read
+Library
Rumput Tetangga

Rumput Tetangga

ucap Mbok Iyem sambil membawakan nampan berisi toples-toples kue kering yang baru dibuatnya sore tadi. "Ini lho Mbok, Lubi sama Mama lagi ngomong soal disnilen. Emang mbok pelna ke disnilen?" tanya Ruby yang kini entah bagaimana sudah berdiri di samping mbok Iyem yang sedang menata toples-toples kue kering buatannya. "Ya Allah non, Mbok mah nggak pernah ke dis apa itu tadi." "Disneyland Mbok," jawab Rania seadanya.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as ta rum pum
Read
+Library
Turun Ranjang

Turun Ranjang

gumam Anjel. Ia membuka pintu perlahan lalu nampak di depannya seorang lelaki tampan tengah tersenyum menawan. "Hai, Cantikku!" Bram melambaikan tangannya setinggi dada dan menampakkan lesung pipinya.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as ta rum pum
Read
+Library
Runtuh di Tangan Karma

Runtuh di Tangan Karma

"Wanda! Kamu malsuin bukti!" Aku tidak menghiraukannya, terus mengklik untuk beralih ke slide berikutnya. Di layar muncul tumpukan tebal catatan rumah sakit dan bukti pembayaran. Rekam medis lengkap dari dua belas kali program bayi tabung. Setiap tanggal, obat, proses pengambilan sel telur, hingga implantasi, semuanya terpampang jelas dan menyakitkan untuk dilihat.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as ta rum pum
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Perlahan, rasa ragu yang tadi mengendap di dadanya mulai mengendur. Aira mengangguk pelan. Arsen kembali mendorong troli, langkah mereka menyusuri lorong supermarket dengan ritme santai. Di antara rak-rak tinggi, obrolan kecil mengalir tanpa perlu banyak kata. Saat tiba di lorong bumbu, langkah Aira melambat. Ia menatap deretan botol rempah, tangannya sempat ragu di depan rak lada hitam. Arsen dengan santai mengambil satu dan meletakkannya ke dalam troli.
10651 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as ta rum pum
Read
+Library
Rumah Kakek

Rumah Kakek

tutur pak Darman yang menyapa kami sesaat akan meninggalkan rumah. Ia adalah tetangga yang rumahnya tepat bersebelahan dengan rumah kakek. Kedua rumah ini sama-sama di posisi yang menghadap ke jalan besar atau jalan utama. Jika dibayangkan, dua bangunan ini berada di persimpangan jalan yang berbentuk letter L. Kebanyakan orang menyebut rumah kakek dan pak Darman adalah rumah tusuk sate.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as ta rum pum
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Ia berkumis dan cara jalannya memperlihatkan bahwa ia adalah orang yang tenang namun tegas. “Papa, ada Rama,” kata Maria. “Selamat malam Om, mohon maaf mengganggu malam-malam begini,” kataku, menundukkan kepalaku ke tangannya, memberi salam. “Oh, iya-iya Rama, tidak masalah. Duduk dulu sebentar. Mau minum apa?” Dengan tidak enak hati karena takut membuat repot penghuni rumah, namun tetap diyakinkan untuk duduk sebentar oleh Papa Maria, aku menurutinya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as ta rum pum
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status