Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tipu Muslihat sang Paman

Tipu Muslihat sang Paman

Rumah Paman Edy berada di daerah kota tua, sebuah rumah lama. Tidak besar, tetapi cukup bersih. Ketika aku tiba, pintunya terbuka, makanan sudah disiapkan, dan ada sebotol alkohol. Di sofa sebelahnya terdapat sekotak kue. “Kamu sudah datang!” Paman Edy menyambutku, matanya memindaiku beberapa kali, tatapannya membuat seluruh tubuhku terbakar.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
CALON TUMBAL

CALON TUMBAL

gumam Selena dengan suara terbata. Dia kembali menutup matanya dan memasuki dimensi lain. Di sana, dia melihat Raka dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Raka terikat rantai, tubuhnya tampak lemah dan tak berdaya, jauh berbeda dari Raka yang dulu. Raka berdiri di depan sebuah mulut goa yang gelap, dengan energi yang mengikat tubuhnya di kiri dan kanannya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Satu piring berisi kue yang kupesan, sedang piring lainnya berisi air juruh atau air rebusan gula merah. Sambil menikmati kue itu, aku berbasa-basi kepadanya. Karena Audi belum tampak batang hidungnya. "Rame Bu jualannya?" Wanita tua yang terlihat lebih tua dari ibuku itu tersenyum, "ya lumayan sih mbak. Alhamdulillah bisa untuk menyambung hidup, walaupun hanya bekerja sendiri," tuturnya. Wajahnya berubah sedikit muram.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Gumam Tata merasa bersalah. “Yaudah kalo gitu aku gak mau kasih kamu baca lagi. Waktunya udah habis, karena perjanjian kita tadi malam bukan hari ini, Tata!!” Aku pun pergi meninggalkan Tata yang masih tercengang berdiri disitu.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang

Turun Ranjang

tanyaku. “Tadi papa ada kumpulan bapak-bapak di rumah Pak RT, gak tahu mendadak Del. Katanya ada rapat untuk perbaikan sarana desa,” jelas mama. “Oo gitu,” jawabku sambil mangut-mangut.
9.95.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai ta rum pum
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Autumn Sky
ceritanya bagus dan alurnya pun mengalir. Penulisannya pun juga rapi, jadi waktu dibaca enak. Namun, saya masih menemukan beberapa kesalahan kecil di sini, tapi itu bisa diabaikan dan tidak mengganggu kenyamanan dalam membaca. Ayo kamu update lagi ceritanya, aku menunggunya
Skyler Artemis
aku jarang baca novel dengan sudut pandang orang pertama, tapi aku menemukan novelmu enak untuk dibaca. Ide ceritanya mungkin mainstream tapi pengemasannya fresh dan rapi penulisannya. Ayo update terus, aku tunggu kelanjutannya.
Baca Semua Ulasan
Pasumpahan Tubo

Pasumpahan Tubo

tutur Mak Saidah sambil menerawang ke langit. Mak Saidah menceritakan pada putrinya tentang mendiang Niniak Kalimo yang pergi merantau ke Sumpu. *** Pada abad ke 18, awal pemerintahan Raja Ibadat III, yaitu Sulthan Pandak. Bertepatan dengan penjajahan kolonial Belanda. Zaman itu kerajaan Sumpu masih berjaya. Sang Raja menerima sepasang suami istri muda untuk tinggal di wilayah kekuasaanya. Ia menyambut hangat kedatangan mereka karena berasal dari daerah kerajaan Adityawarman, kakeknya Raja. Nama mereka adalah Puhun Ka Limo dan Rumanti.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
RUMAH EYANG

RUMAH EYANG

PRAANGG Mangkuk bubur dan sup itu sontak pecah berkeping-keping. ~~~~~~~~~~
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai ta rum pum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status