Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

"Aku punya ide. Tunggu sebentar." Dia mulai menggambar karakter Tulisan Dewa yang sangat kompleks—kombinasi dari empat karakter: CONCEAL, DIMINISH, BLEND, dan PASSAGE. Proses menggambar memakan waktu hampir lima belas menit. Ketika selesai, aura cahaya emas menyelimuti mereka bertiga. "Apa yang kau lakukan?" Wu Meiling bertanya.
618.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Alpha

Kutukan Sang Alpha

Tangannya menggambar semakin cepat ketika dia makin larut dalam gambarnya. Mata Waverly beralih dari sketsa menuju foto, kembali ke sketsa; garis-garis tersebut menjadi semakin gelap dan tidak menentu pada setiap goresannya. Semakin lama Waverly menaruh perhatian padanya, wanita dalam foto tersebut terlihat semakin besar dan rasanya seolah-olah Waverly tidak punya kendali. Tangannya bergerak tidak teratur mengusap serbuk pensil pada halaman hingga ... berhenti.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

DIKIRA TAK BERGUNA TERNYATA SETARA DEWA

“Orang-orang di sini, pasti ada yang suka melukis dan kaligrafi? Jika saya memberikannya kepada mereka maka saya akan mendapat poin berkah, bukan?” “Apa yang harus saya lukis? Baiklah, mari kita melukis Gunung Iblis!” Sun Hao berpikir dalam hatinya, dan setelah menyebarkan kertas gambar, dia mulai bergerak. Sikat itu bergerak tanpa istirahat seperti naga dan ular yang berenang. Gerakannya halus dan mengalir, tanpa ada jeda.
8.910.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Skandal Satu Malam

Skandal Satu Malam

Hal itu yang membuat Claudia benar-benar sangat sedih. Claudia memang bisa menggambar ulang, tapi pasti akan memakan waktu, dan dia yakin belum tentu akan sedetail kemarin. Butuh waktu yang tak sebentar memiliki ide menuangkan gambar agar bisa detail bersamaan dengan pewarnaan yang cocok. Sekarang gambar itu hilang entah pergi ke mana. Suara ketukan pintu kamar terdenagar… “Masuk,” ucap Claudia meminta orang yang mengetuk pintu untuk masuk ke dalam kamarnya.
10239.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Warisan Sang Phoenix

Warisan Sang Phoenix

Kiran melukis Hutan Berbisik, hutan tempat ia bermain petak umpet, Ketika dulu di Kota Begonia. Sesudahnya, berhari-hari Yara dengan sabar melatih Kiran. Yara mengajari Kiran, bagaimana membuat suatu lukisan menjadi real dengan pencahayaan dan bayangan yang pas. "Cahaya dan bayangan adalah aspek terpenting yang dapat menciptakan kedalaman ilusi, dan dimensi dalam lukisan realis seperti ini." Dari Yara juga, Kiran berlatih kesabaran dan ketelitian untuk membuat detail pada lukisan.
9.626.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 741 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Jimmy Chuu
Halo semua. setelah autor melihat minat baca novel ini meningkat, maka autor JD semangat. saat ini akan update 3 bab seminggu. untuk penambah semangat, beri vote dan subscribe novel ini. banyak yg vote dan subscribe, itu tanda kamu suka kisah ini dan autor makin semangat update. terima kasih.
Ibnu H.s
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Baca Semua Ulasan
Terjerat Hasrat Dunia Gelap

Terjerat Hasrat Dunia Gelap

Apa artinya, ia memang harus melukis Alexander dengan tubuh bagian atas yang telanjang? Ella mengeluarkan napas berat, ia memilih menerima dengan lapang dada kemauan Alexander. Ia duduk di kursi di hadapan kanvas. Tangannya bergerak mengambil kuas serta pewarna, Ella mulai menggambar Alexander di kanvas. Terserah apakah hasilnya bagus atau tidak, yang penting selesai. Lagi pula bagaimana ia bisa fokus jika objek yang dirinya gambar adalah seorang pria dengan otot sempurna di tubuhnya. Benar-benar membuatnya dilema antara hasrat dan seni. Sekitar dua jam lebih, lukisan di kanvas akhirnya selesai. "Huffhh ... selesai." Ella membalikkan arah kanvas agar menunjukkan ke Alexander. "Bagaimana? Bag
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Dia menyapu semuanya. Gambar-gambar kekanak-kanakan itu berkelebat begitu cepat hingga Jack hampir tak mampu mengikutinya. Setiap ilustrasi memiliki sebuah kata di bawahnya. Ia melihat sebuah televisi—tv. Seorang anak laki-laki di tempat tidur—mengantuk. Sebuah gelas—minuman, dan beberapa lainnya. Ketika gambar dua anak berlari muncul, Iskhan berhenti.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

"Gambar-gambar itu akan diacak terlebih dahulu sebelum siap kau mainkan. Jadi, di saat kamu akan mencoba menyusunnya di dalam bingkai dengan menghubungkan semua potongan-potongan kecil itu di kotaknya, nanti setelah selesai dia akan menjadi gambar yang utuh." George yang semula tak menyunggingkan seulas garis pun di wajahnya, mulai terlihat menaikkan sudut bibirnya sedikit. Sampai akhirnya, anak itu tersenyum sekali lagi ketika mendengarkan penjelasan sang ibu. Dia cukup mengerti apa yang telah ibunya jelaskan, karena sebelumnya dia pernah diajarkan seseorang cara bermain ini. Walau saat itu, dia tak bisa memahaminya sama sekali.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

sapa Anya, terpesona oleh proses itu. ​Wanita itu, Ibu Puji, mendongak dan tersenyum. "Eh, ada tamu. Mari, Nduk, sini lihat-lihat." ​Anya menghabiskan satu jam berikutnya hanya dengan duduk dan mengamati. Ia bertanya banyak hal, dan Ibu Puji menjawab dengan sabar. Ia menjelaskan tentang berbagai macam motif—Parang, Kawung, Truntum—dan makna filosofis di baliknya. Ia menjelaskan tentang proses yang rumit: menggambar pola, melukis dengan lilin, pencelupan warna pertama, menutupi bagian lain dengan lilin, pencelupan warna kedua, dan seterusnya, hingga proses lorod di mana lilin dihilangkan dengan air panas untuk mengungkapkan hasil akhirnya.
731 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

“Saya harap pembelajaran tidak hanya berisi aktivitas menggambar seperti di TK ya, Pak Taka.” “Setuju, Bu,” jawab Taka sambil tersenyum. “Saya tidak ingin siswa saya hanya bisa menjawab soal, tapi juga berpikir. Hari ini kita mulai dari menggambar. Besok kita akan membuat peta lingkungan sekolah sungguhan—lengkap dengan skala, legenda, dan simbol.” Bu Anita diam sejenak. “Baik. Saya akan memperhatikan progres Clarissa.”
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai tahap menggambar ilustrasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status