TEMAN HIDUP
Kembali Ali mengajukan pertanyaan.
"Apa yang membuat lo bertahan sama Adia?"
Hanif tampak berpikir, lalu mengangguk mantap.
"Sikap dia yang luar biasa ke gue. Mata Adia teduh, selalu menyiratkan kekhawatiran sama gue. Sabar, penyayang banget. Gue bahkan pernah mikir, Tuhan kok baik banget ya ngasih Adia ke gue? Gue bukan orang baik, ya lo tau gue gimana, tapi Tuhan tiba-tiba ngirim perempuan yang begitu luar biasanya ke dalam kehidupan gue. Sorry kalau agak berlebihan, tapi itu fakta!" Hanif mengedikkan bahu. Ali menanggapi dengan kekehan.
Hot Chapters