Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Nakal Milik CEO

Gadis Nakal Milik CEO

Franklin spontan menatap Jones, tapi tidak berucap sepatah kata pun, dan memilih untuk tetap diam. "Aku dulu begitu berani, dan tak takut mati. Tapi, sekarang. Semakin bertambah usiaku, aku semakin takut. Bukan takut menghadapi kematian yang bisa mendatangiku kapan saja. Tapi, aku lebih takut dan tidak siap jika ada orang terdekatku yang mati. Aku benci dengan perasaan kehilangan." Franklin mengangguk. Dia paham apa yang Jones katakan. Karena dia juga merasakan hal yang sama. Dia benci kehilangan.
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

“Kak, aku nggak mau kamu jadi orang yang terus menahan semuanya sendirian. Aku tahu kamu care. Tapi jangan sampai rasa itu berubah jadi takut kehilangan. Karena kalau udah begitu, yang kamu lakukan bukan lagi menjagaku, tapi mengurung aku—dan dirimu sendiri.” Arion terdiam, tatapannya kosong. Kata-kata Shana menancap, menohok sisi gelap yang selalu ia sembunyikan—ketakutan akan kepergian. Ia menunduk, tersenyum getir. “Kamu tumbuh dewasa dengan cepat, ya. Kata-katamu menusuk ke jantung.” Shana ikut tersenyum kecil. “Aku kan sering dengerin kamu ngomel, Kak. Jadi kebawa.”
8.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Jatah Malam Untuk Mertua

Jatah Malam Untuk Mertua

“Aku bakal merasa sangat bodoh dengan pikiranku sendiri." Ayu menggeleng. "Nggak, Pak. Itu namanya peduli." Leo tersenyum lemah. "Kadang aku sendiri nggak tahu, ini peduli atau cuma rasa takut kehilangan." Ayu tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Leo, lalu berkata, "Takut kehilangan itu muncul kalau ada perasaan." Ucapan itu membuat Leo terdiam. Ia menunduk, menatap jemarinya sendiri.
9.7458.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.1K kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Tua

Bukan Perawan Tua

Dia menenangkan. Aku justru makin tergugu. Entah, rasanya ingin menangis saja. Meluapkan semua yang aku rasa. Ada rasa kesal, kecewa, bersyukur, juga ada pikiran seandainya terlambat bagaimana? Itu yang membuatku sangat ingin menangis. "Aku takut. Aku takut banget kehilangan kamu. Aku takut banget pas lihat kamu kesakitan." Isakanku makin santer terdengar.
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 577 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

Kehidupan Kedua Sang Pangeran Terbuang

"Keinginan untuk mati." --- Ruangan itu kembali hening. Tuan Shen berdiri di depan mereka dengan wajah tenang. "Manusia selalu takut kehilangan." Ia mengangkat tangan. "Takut kehilangan kekuasaan." Jarinya bergerak perlahan. "Takut kehilangan orang yang dicintai." Kemudian tangannya berhenti di depan dada Zhao Chen. "Takut kehilangan dirinya sendiri."
10790 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Apa yang tadi ia rasakan tidak berkurang. Tidak memudar. Tidak tertinggal. Ia tetap ada. Di dalam dirinya. “Aku nggak perlu pegang ini ya… supaya tetap ada?” tanyanya pelan. Aruna menggeleng. “Tidak perlu.” Sunyi. Pelangi menarik napas dalam. “Aku selalu takut kehilangan hal yang aku rasakan.” Aruna menatap ke depan. “Karena kamu pikir kamu harus menjaganya.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
MALAIKAT PENCURI AYAH

MALAIKAT PENCURI AYAH

"Barang bukti apa?" "Aku ingin belajar tentang kehilangan." "Apa maksudnya?" Tiba tiba firasatku buruk dan aku merasa ketakutan. "Aku sudah meracuni kopi salah satu dari mereka, Aku ingin mereka belajar seperti apa yang aku rasakan saat aku kehilangan anakku." "Tapi itu berbahaya Bunda, kenapa Bunda ingin membunuh orang!" "Bagaimana perasaanmu saat kau memutus Rem motor Priska?"
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Ia tidak pernah membayangkan bahwa Adrian, pria yang selalu terlihat penuh kendali, menyimpan rasa takut yang begitu besar di dalam dirinya. Adrian mengangkat wajahnya, matanya yang biasanya tajam kini tampak lebih lembut. “Karena aku sudah terlalu banyak kehilangan orang-orang yang aku percayai. Dan setiap kali itu terjadi, aku merasa semakin sulit untuk membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupku. Takut sekali lagi dikhianati, takut sekali lagi merasa sendirian,” jawabnya, dengan nada yang hampir tak terdengar.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Dia juga akhirnya mengerti untuk tidak takut kehilangan, semakin dia takut kehilangan seseorang, maka semakin mudah untuk kehilangan orang itu. Dengan tidak sadar berjalan di jalan raya, berjalan tanpa tujuan. Handphone di tasnya terus berbunyi, tapi dia seperti tidak mendengarnya dan hanya berada dalam dunianya sendiri. Air mata tidak tahu sudah mengalir berapa banyak, hatinya juga tidak tahu sudah hancur berapa kali. Dulu dia sangat takut dengan laut, tapi perlahan-lahan Varen menemaninya menghadapi ketakutan itu. Hingga kini laut justru menjadi teman favoritnya.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

"Aku ingin jawaban, Liam! Kamu menyesal atau tidak?" Liam menghela napas panjang, lalu tersenyum sambil menahan tawa. "Kamu tahu nggak, Ey? Aku baru sadar... ternyata kamu bisa juga cemburu. Tapi ternyata kamu bisa juga merasa takut kehilangan aku." Keya mengerutkan kening, jengkel dengan kalimat itu. "Aku nggak main-main, Liam!"
1038.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai takut kehilangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status