Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Kini hasrat Luna benar-benar membara, sementara aku tak bisa memadamkannya. Dalam beberapa hari ini, Luna telah menguasai banyak teknik. Kapan pun dia mau, dia akan langsung naik ke atasku. Sayangnya, kemampuan fisikku menurun drastis. Aku tak bisa lagi memuaskan hasrat Luna. Luna jelas tidak senang. Dia menangis sambil berkata padaku, “Kak, aku gatal sekali Apa tumorku kambuh? Aku akan segera mati.”
63.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as taming
Read
+Library
TERTIPU CINTAMU

TERTIPU CINTAMU

Kevin tersenyum lalu mendekatkan wajahnya, mengecup keningku lembut. Aku menggeleng pelan, meyakinkan suamiku bahwa aku baik-baik saja. "Kalau begitu, Aku pulang dulu, ya?" pamit Tesa seraya mencium kedua pipiku bergantian. Aku mengangguk lalu beranjak mengantarnya sampai depan rumah. Hingga mereka sudah tidak terlihat lagi, lenyap di telan kegelapan malam.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as taming
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
tanya Alfa jahil. Aku mendelik. “Ih, males banget!” “Hati-hati, ntar malah mau banget.” godanya. Aku mencubit perut Alfa, ia mengaduh kesakitan. Aku memeletkan lidahku, sambil bilang ‘rasain!’. ***
104.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as taming
Read
+Library
SENTUHAN YANG SALAH

SENTUHAN YANG SALAH

Tama terus memacu gerakan pinggulnya, meningkatkan tempo gesekan menjadi lebih cepat, kuat, dan menuntut, sementara kedua tangannya bergerak ke atas untuk kembali meremas, menjepit, dan memilin kedua puting dada Anya yang telah mengeras sempurna. Ruangan merah itu kini hanya dipenuhi oleh suara derit halus tempat tidur, napas yang memburu dari kedua insan, dan erangan-erangan pendek yang terus lolos dari bibir Anya. Anya mencoba menahan pergerakan tubuhnya sendiri, namun insting dirinya yang sudah terlanjur terbakar gairah justru bergerak berlawanan, ikut terangkat sedikit demi sedikit menyambut setiap gesekan panas yang diberikan oleh Tama.
10290 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as taming
Read
+Library
Menjadi Tawanan Rubah Tampan

Menjadi Tawanan Rubah Tampan

Suaranya pecah, taringnya mulai memanjang, dan sebelah matanya yang merah menyala menembus kegelapan. Satta tidak mundur. Ia tahu sejarah kelam kutukan beastmen itu. "Ingat apa yang pernah kita pelajari di hutan? Darah ini hanya bisa ditenangkan dengan kehangatan yang tulus. Jika kau keluar sekarang, kau bukan lagi Alaric sang ksatria, kau akan menjadi monster yang mereka buru!" Satta menarik tangan Allard yang bergetar, menempelkannya ke dadanya sendiri. "Tenangkan monster itu, Allard. Gunakan aku untuk menekan sifat buasmu. Kita tidak punya waktu."
104.3K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as taming
Show Reviews (16)
Read
+Library
ida sari
seru banget nih ceritanya,bikin penasaran knp bisa seorang kaisar memiliki putra yg berbeda dengan manusia biasa dan knp juga dia sangat menginginkan putra nya lenyap dr hidup nya.. wajib baca nih yg pada penasaran.
C. Widyawati Kurni
ceritanya bikin deg-deg aku, sedih senang dengan membaca kata-kata dan banyak kalimat yang menari-nari di otak seperti melihat aselinya... bravo buat penulis cerita ini... walaupun harus sabar setelah kelar 2 bab ...
Read All Reviews
Tangisku

Tangisku

Aku membaca isi kertas tersebut ini isinya, Dear Cindy, Aku minta maaf ya sama kamu aku harus pergi dalam kehidupan baru aku kamu jangan sedih terus ya jangan nangis kalo ada masalah telfon aja insya Allah aku masih bisa nemenin kamu sekali lagi aku minta maaf ya cin. Dari tata. "Astaghfirullah tata kemana ya" "Maaf mbak tata mau kemana ya kok pamit ke aku" "Tata mau nikah"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as taming
Read
+Library
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

S Jadi, setelah kembali menginvasi area perasa Jameka hingga menciptakan erangan demi erangan Jameka yang tertahan mulutnya, Tito menurunkan ciuman ke rahang wanita itu. Ia menyingkap rambut Jameka agar bisa menyusurkan hidung, mulut, serta lidah di leher Jameka. Ia juga tak segan-segan mengisap kulit halus wanita itu sampai membentuk mahakarya merah keunguan. Ia tidak hanya memberi Jameka tanda di satu tempat. Tito ingin di setiap jengkal tubuh Jameka ada tanda kepemilikannya. Seperti seorang singa yang menandai wilayah setelah menang melawan singa-singa jantan lain.
949 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as taming
Read
+Library
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Aku berani karena tahu mama pasti tidak akan marah. "Heh, kamu ini. Masa Mama dibilang tak waras. Awas saja nanti. Mama jodohin sama Tuti baru tahu rasa." Ancamannya tersebut bukannya membuatku takut, tapi malah tergelak tertawa. Lucu. Selalu saja si Tuti yang jadi andalan ancamannya padaku. Tuti itu adalah karyawati Mama yang mempunyai badan cukup besar. Sudah begitu, wanita itu suka menggunakan make up tebal dan lipstik dengan warna mencolok dan parahnya ternyata dia menyukaiku. Sering menggodaku meski terlihat bercanda. Sudah sekian kali ditegur Mama tetap saja dia dengan percaya dirinya mengindahkan peringatan bosnya. Akhirnya Mama memindahkannya ke bagian dalam agar tidak bertemu dengan
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as taming
Read
+Library
TAPAK MALAIKAT

TAPAK MALAIKAT

Si kakek mendengar pertanyaan Birawa berhenti sebentar kepalanya mendongak ke atas, baru kemudian lanjut mengambil gelas bambu yang ada di atas sebuah rak kayu. "Raja dan Keluarga yang lain baik-baik saja, sebaiknya kamu jangan memikirkan mereka dahulu, aku yakin mereka sekarang berada di tempat yang aman, yang perlu kamu perhatikan sekarang adalah keadaan kamu, di dalam diri kamu terpendam sebuah racun yang bernama Penghancur Jiwa, racun itu merupakan racun kelas satu yang berasal dari alam siluman jadi sangat susah untuk menyembuhkannya, kamu perlu melakukan semedi selama satu purnama di atas batu yang kamu duduki itu untuk membuang racun di tubuhmu, di tambah minum ramuan yang sudah aku b
9.814.6K viewsOngoingAdded to Library 538 Times as taming
Read
+Library
Diperebutkan Ibu dan Tiga Saudari Tiriku

Diperebutkan Ibu dan Tiga Saudari Tiriku

Tama menyelaraskan posisinya, perlahan membimbing kejantanan tegap miliknya menyatu ke dalam kehangatan apem hangat milik sang kakak tiri. Sentuhan pertama di perbatasan sensitif itu membuat Wanda menjerit pelan seraya memeluk erat otot-otot punggung perkasa Tama. "Aahh! Sempit sekali... Mas... pelan-pelan..." celoteh Wanda dengan napas terengah-engah, merasakan sensasi kepenuhan yang luar biasa di dalam dirinya. Tama bergerak perlahan dengan ritme yang stabil, memberikan hentakan lembut namun dalam yang menyentuh titik-titik sensitif terlarang milik Wanda.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as taming
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status