ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
Aku yang sedianya ingin menanyakan tentang apa yang terjadi tadi, malah sekarang hanya bisa diam terpekur, terlebih ketika mendapati wajah Mas Bara yang terkesan dingin, benar-benar menciutkan nyali.
Bahkan sekarang saja kami berada di sebuah ruangan tertutup, sebuah private room dari sebuah restoran mewah di salah satu sudut Ubud yang selalu eksotik. Tersembunyi dari segala keramaian, karena di tempat ini hanya ada kami berdua.
“Apa kamu tadi menikmati pertunjukan tari tadi?” tanya Mas Bara yang sekarang sudah mulai memberikan segenap perhatian padaku setelah tadi dia hanya memfokuskan diri pada gawai di tangannya.