Dikhianati Tunangan, Diratukan CEO Tampan
Arkan bergegas mengambil gelas itu dan segera beralih pada lemon di kulkas sambil membatin, "Ya Tuhan, apakah semua bumil memang segemas ini? Sedikit menyebalkan, tapi... ya, aku cinta.'
Tak lama, Arkan pun kembali kehadapan Andri dengan membawa segelas lemon segar di tangannya. Tubuhnya sedikit bergidik karena mencicipi minuman itu yang terasa sangat asam.
"Nih, lemon tea super asem, permintaan Nyonya besar."
Andri terkekeh mendengar itu, lalu segera mengambil gelasnya dan menyeruputnya pelan dan langsung mengernyit.
"Kok, nggak asem, Mas?"
Arkan menatapnya tak percaya. "Hah? Masa sih, Dek? Aku tadi nyicipin aja udah asem banget. Udah pake dua lemon gede. Masa masih kurang asem sih?"
Hot Chapters