Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami
“Setiap orang pasti akan mati, Ta. Dan itu nggak pandang umur. Nggak peduli udah tua atau masih muda. Kalau Tuhan berkehendak detik ini kita juga bisa mati. Bisa jadi kita nabrak kendaraan lain, terluka parah, kita cedera dan akhirnya mati berdua sebelum sempat bilang cinta.”
“Gatra!” tegur Tania sambil memberengut. Tania kesal di saat sedang serius Gatra menyelipkan lelucon basinya.
“Sorry, sorry, sorry ya!” Gatra buru-buru minta maaf sebelum istrinya itu kian meradang.
Tania mengambil tisu dari kotak di dashboard, lalu menyeka matanya yang kembali berkaca-kaca.
“Ta, kalau misalnya aku yang sakit apa kamu juga akan sedih dan nangis kayak tadi?” tanya Gatra tiba-tiba.