Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Edgar mengangguk singkat sebelum pada akhirnya ia membuka suara, "Dengar. Kemarin sebelum bulan purnama tiba, ada pengumuman tengah malam yang mungkin hanya disaksikan oleh sebagian orang. Pengumuman itu berisi siapa saja yang akan ikut bertanding, dan mereka yang ikut bertanding harus menyerahkan sebuah kertas yang berisi namanya, dan akan dilempar ke bola yang menyala ini." Aslan yang berada di barisan paling belakang baru menyadari jika terdapat sebuah bola warna merah menyala di sebelah kiri Albert. Bola itu terlihat seperti bumi berotasi, namun dengan gradiasi warna berbeda. Sebagian Ksatria panik. Bahkan Ksatria yang berbaris di samping Aslan pun bergumam, "Pupus sudah harapanku untuk
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Pun bisa dianggap sebagai pendamping si bungsu Biman. Paket lengkap nggak tuh yang didapat oleh Adrian. ** “Selamat datang!” Suara keras disertai bunyi gemerincing dari lonceng kecil yang tergantung di atas pintu menyambut indra pendengar si pemuda Bimantara yang baru masuk ke sebuah kedai.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

Kami saling berpandangan dan tertawa bersama, aku tak menyangka akan seringan ini bercanda dengan Sendi salah satu pemilik wajah kaku. “Aku harap kamu tetep kaya gini, berubahnya pas depan Adhitama aja.” Ujarku. “Ini mas tahunya.” Sendi menyodorkan uang lima puluh ribu. “Kebanyakan mas, saya belum ada kembaliannya” “Buat mas aja, dikibas-kibasin sambil bilang penglaris penglaris gitu.” Ujar Sendi. “Oh, makasih ya mas.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Sang kuda meringkik bagaikan perawan tak mau dicium. Jurus 'Jari Guntur' adalah mengirimkan sentilan bertenaga kuda dari jarak jauh yang membuat lawan seperti disepak kuda jantan. Sentilan itu diarahkan di dada Raja Hantu, sehingga dada orang berwajah angker itu terasa mau pecah, napasnya sedikit sesak. Kalau tak ada moncong kuda ia akan jatuh terkapar karena sentilan bertenaga dalam tinggi itu.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

Hatinya yang sakit, tidak bisa merasakan apapun lagi. "Memberi salam pada, Yang Mulia Raja." Vivian mengucapkan salam pada Xinlaire terlebih dahulu, lalu kemudian beralih pada Charlotte. "Selir Raylene, sepertinya kau melupakan sopan santunmu." Xinlaire berkata dingin pada Raylene. Raylene tersenyum kecil. "Maafkan aku, Yang Mulia. Aku benar-benar lupa. Memberi salam pada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu."
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Sedangkan tangan kanannya melepas ajian Telapak Geni Ijo! Sentana dan Sentani terkejut lawan bisa mengeluarkan dua ajian sakti tanpa merapal terlebih dahulu. Satu gelombang dengan suara seperti ribuan banteng yang tengah berlari mengarah ke Sentani. Jarum Setan mental semua. Tak sempat mengelak dengan cepat Sentani kerahkan tenaga dalam penuh untuk menahan serangan ajian Banteng Geni. Dia tak tahu, ajian itu mengeluarkan hawa panas yang luar biasa. Sentani berteriak keras saat ajian sakti itu menerjang tubuhnya! Tubuhnya terpental beberapa meter dan tergeletak dengan asap mengepul dari tubuhnya yang terlihat hitam.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia tidak memiliki bentuk tetap, melainkan kumpulan dari ribuan wajah yang tampak bosan dan hampa. "Itu adalah Apathos, Sang Penelan Antusiasme," bisik Kaelan sambil menghunus pedang cahayanya yang kini berpendar perak. "Dia bukan menghancurkan dengan kekerasan, tapi dengan rasa hambar." Apathos mengeluarkan gelombang suara yang terdengar seperti gumaman jutaan orang yang berkata, "Untuk apa? Tidak ada gunanya. Semuanya sama saja."
714 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Namaku Jhon Breyan. Selama liburan semester, aku tinggal sendirian di rumah. Hari ini aku mencoba untuk melepas nafsu di balkon. Aku mengeluarkan alat kelaminku, memandangi para wanita muda di gedung seberang jalan dan mulai berfantasi. Ketika aku sedang mengelus-elus diriku sendiri sambil memperhatikan seorang wanita muda yang hanya mengenakan pakaian dalam, aku tiba-tiba mendengar suara tawa yang nyaring.
58.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Jangan menggantungkan hidupmu di satu pria sepertiku. Teresa menatap pesan itu sangat lama. Saat hari mulai terang, dia turun ke bawah gedung dan menyalakan api, lalu membakar seluruh isi koper itu. Cinta yang telah membara tanpa henti di dalam tubuhnya selama delapan tahun pun ikut berubah menjadi abu. Alex, aku akan menuruti keinginanmu.
9121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai tatapan sendu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status