Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

, tanyaku ikut tertawa mendengar perkataan Andra, "Di sini tenang, udaranya masih bersih karena dekat taman. Di ujung jalan sana juga terlihat ramai. Kita bisa merasakan kesunyian tapi tidak kesepian", kata Andra menatap lurus ke taman bermain yang ada di situ. Aku melihat Andra tidak peduli tempat yang dia tunjuk. "Kamu tahu kenapa kita sedekat ini?", tanya Andra melihatku.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Sang Bangsawan

Sang Bangsawan

Edgar mengangguk singkat sebelum pada akhirnya ia membuka suara, "Dengar. Kemarin sebelum bulan purnama tiba, ada pengumuman tengah malam yang mungkin hanya disaksikan oleh sebagian orang. Pengumuman itu berisi siapa saja yang akan ikut bertanding, dan mereka yang ikut bertanding harus menyerahkan sebuah kertas yang berisi namanya, dan akan dilempar ke bola yang menyala ini." Aslan yang berada di barisan paling belakang baru menyadari jika terdapat sebuah bola warna merah menyala di sebelah kiri Albert. Bola itu terlihat seperti bumi berotasi, namun dengan gradiasi warna berbeda. Sebagian Ksatria panik. Bahkan Ksatria yang berbaris di samping Aslan pun bergumam, "Pupus sudah harapanku untuk
103.5K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Ikatan Hati

Ikatan Hati

Pun bisa dianggap sebagai pendamping si bungsu Biman. Paket lengkap nggak tuh yang didapat oleh Adrian. ** “Selamat datang!” Suara keras disertai bunyi gemerincing dari lonceng kecil yang tergantung di atas pintu menyambut indra pendengar si pemuda Bimantara yang baru masuk ke sebuah kedai.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

Kami saling berpandangan dan tertawa bersama, aku tak menyangka akan seringan ini bercanda dengan Sendi salah satu pemilik wajah kaku. “Aku harap kamu tetep kaya gini, berubahnya pas depan Adhitama aja.” Ujarku. “Ini mas tahunya.” Sendi menyodorkan uang lima puluh ribu. “Kebanyakan mas, saya belum ada kembaliannya” “Buat mas aja, dikibas-kibasin sambil bilang penglaris penglaris gitu.” Ujar Sendi. “Oh, makasih ya mas.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

Hatinya yang sakit, tidak bisa merasakan apapun lagi. "Memberi salam pada, Yang Mulia Raja." Vivian mengucapkan salam pada Xinlaire terlebih dahulu, lalu kemudian beralih pada Charlotte. "Selir Raylene, sepertinya kau melupakan sopan santunmu." Xinlaire berkata dingin pada Raylene. Raylene tersenyum kecil. "Maafkan aku, Yang Mulia. Aku benar-benar lupa. Memberi salam pada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu."
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Sedangkan tangan kanannya melepas ajian Telapak Geni Ijo! Sentana dan Sentani terkejut lawan bisa mengeluarkan dua ajian sakti tanpa merapal terlebih dahulu. Satu gelombang dengan suara seperti ribuan banteng yang tengah berlari mengarah ke Sentani. Jarum Setan mental semua. Tak sempat mengelak dengan cepat Sentani kerahkan tenaga dalam penuh untuk menahan serangan ajian Banteng Geni. Dia tak tahu, ajian itu mengeluarkan hawa panas yang luar biasa. Sentani berteriak keras saat ajian sakti itu menerjang tubuhnya! Tubuhnya terpental beberapa meter dan tergeletak dengan asap mengepul dari tubuhnya yang terlihat hitam.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 371 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Menemukan Nada Tersembunyi Aditya membiarkan mereka masuk ke bagian terdalam gua. Di sana, terdapat sebuah stalaktit raksasa yang meneteskan cairan perak ke dalam kolam yang sangat jernih. Setiap tetesan menciptakan bunyi yang sangat halus, sebuah frekuensi yang disebut "The Hidden Note".
965 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as tatapan sendu
Read
+Library
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Namaku Jhon Breyan. Selama liburan semester, aku tinggal sendirian di rumah. Hari ini aku mencoba untuk melepas nafsu di balkon. Aku mengeluarkan alat kelaminku, memandangi para wanita muda di gedung seberang jalan dan mulai berfantasi. Ketika aku sedang mengelus-elus diriku sendiri sambil memperhatikan seorang wanita muda yang hanya mengenakan pakaian dalam, aku tiba-tiba mendengar suara tawa yang nyaring.
63.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as tatapan sendu
Read
+Library
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Tangannya terpeleset, dan sup mendidih itu pun tumpah ke tubuhnya. Uap panas langsung mengepul. Dalam hitungan detik, beberapa lepuh muncul di tangannya. Rasa perih yang membakar menerpanya. Teresa menggigit bibirnya sekuat tenaga agar tidak mengerang kesakitan. Melihat Teresa terjatuh ke lantai, Felly malah tertawa senang. Detik berikutnya, ketika melihat pintu ruang kerja terbuka, dia segera menyembunyikan senyumnya dan berpura-pura menegur dengan nada kesal.
8.9128.5K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as tatapan sendu
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status