Tetanggaku Rajin (Minta)
ujarnya lagi.
"Iya lah, umur kita setiap hari itu berkurang, bukan bertambah," ujarku lagi. Kusuruh dia menunggu di teras saja. Bahaya kalau dia ikutan masuk ke dalam rumah. Kemudian aku memberikan apa yang dia minta.
"Nih, Mbak. Cukup kan? Emang sekarang ultah ke berapa, Mbak?” tanyaku berbasa-basi sambil menyerahkan segenggam kencur.