Jurnal Sang Dokter
ucapnya menebak perasaan yang sedang aku rasakan.
“Berapa usiamu?” tanya Eriko.
“De-delapan belas,” ucapku singkat.
“Wah, kau masih muda, dulu saat seusiamu, sepertinya aku masih sibuk bermain dengan teman temanku,” ucap Eriko.
Aku hanya bisa mengulaskan senyum, walaupun debaran di hatiku belum juga reda.
“Apa bisa kita mulai?” tanyaku lirih. Mendengar hal itu dia menatapku, lalu tersenyum.