Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

sahut kesatria bernama Zack. "Seret penjahat keji ini ke penjara! Soal hukumannya akan kita pikirkan nanti. Dan mengenai laporan yang akan dikirim ke Istana, katakan pada Yang Mulia, seorang Gundik mencoba meracuni tuannya, Grand Duke William Northern." "Baik, Grand Duke."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

Tungga menatap tajam wajah Pet Jan. “Kalian dari dulu tak berubah, padahal aku tak pernah menjahati kalian, kalian lah yang berkhianat, kamu juga berkhianat dengan melaporkan aku ke para pejuang. Padahal tujuan kamu ingin merampas harta karun yang bukan milik kamu. Tobatlah kalian, dan kamu Tungga, hentikan segera kejahatan kamu itu dan rawatlah ibu kamu yang sedang sakit!” ucap pria berkebangsaan Belanda yang justru berkhianat dari negaranya dan membelot serta ikut membantu perjuangan para pejuang pribumi ini dengan tenang. “Banyak bicara kamu Pet Jan Terling!” Tungga lalu memberi kode kepada Bino dan Jabir, kini ketiganya langsung menyerbu dengan golok terhunus ke Pet Jan.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang

Ia menatap Jimy dan Dena yang berada di kubu yang sama sementara dirinya hanya berdiri seperti orang bodoh karena hampir menjadi seorang pengkhianat karena gelap akan harta. “Jika Marsha tahu, wanita itu tak akan hanya marah dan memberikan aku latihan tambahan. Aku harus bersyukur karena sekutunya keluar sekarang,” pikir Daniel menatap keduanya dengan tatapan waspada. “Kau tak melanjutkan perkataanmu, Daniel?” Jimy tersenyum lebar ramah, menyembunyikan wajah munafiknya dengan profesional. Daniel membuang napas panjang. “Namun jika Anda membayar saya semahal ini hanya untuk menjadikan saya pengkhianat perusahaan, saya tak akan pernah mau menyentuh hal kekanak-kanakan.”
9.613.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Istri Sementara untuk Tuan Terkutuk

Istri Sementara untuk Tuan Terkutuk

"Tapi aku penjelasan jika jawabanku salah, atau jawabanku benar. Maka tolong tinggallah selama beberapa saat." Damara berdecak. "Apa boleh buat." Kini Damara menunggu jawabannya dengan tatapan serius. "Katakan?" "Bagaimana kalau ia tidak bunuh diri, tapi juga tidak dibunuh musuhnya." "Hah?" Damara menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Berarti dia pengkhianat. Karena memutuskan untuk tunduk pada tuannya yang lain, jadi dia pengkhianat."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Wanita Yang Terhina

Balas Dendam Wanita Yang Terhina

DAN PENGKHIANAT ADA DI DALAM KELUARGAMU. Daffi menatap layar laptop tua itu tanpa berkedip. Kalimat terakhir masih terpampang jelas. DAN PENGKHIANAT ADA DI DALAM KELUARGAMU. Giska langsung merapat ke Daffi. “Mas... maksudnya siapa?” Daffi tidak menjawab. Tatapannya beralih kepada papa Galen. “Pa, siapa yang tahu tentang ruangan ini?”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Terjebak Dendam Pewaris Arogan

Terjebak Dendam Pewaris Arogan

Para petinggi tetap tidak terima citra buruk organisasi terungkap ke masyarakat, sehingga Dania pada akhirnya dipulangkan ke Indonesia dan dipindah tugaskan ke divisi lain. “Jadi, menurutmu apa yang akan terjadi jika sampai orang-orang organisasi kembali menganggapku sebagai pengkhianat?” Kai menjawab, “Dipecat?” “Ya, dan juga dipenjara lalu mendapat penghinaan,” lanjut Dania, “tapi kamu tahu apa yang paling menyakitkan?” “Apa?” “Dicap sebagai pengkhianat.”
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

“Dasar pengkhianat. Lo tinggal di rumah musuh. Lo janji mau ngehancurin mereka. Gw udah enggak percaya lagi sama Lo!” “Bukan gitu!” “Bukan gitu gimana? Bahkan sekarang Lo tinggal di apartemen pemberian pria tua itu.” “Bukan gitu!” “Dasar pengkhianat. Sekali pengkhianat, tetap pengkhianat. Enggak ada satu hal pun yang Lo lakukan untuk membuat mereka menderita.” “Bukan gitu!” kataku pada bayanganku di cermin. “Rana ....” kata seseorang.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

"Bahwa kekalahan yang menimpa negeri Walaing ini, kekalahan yang merenggut segalanya dari kita, bukanlah semata takdir. Bukan pula disebabkan ketidakmampuan bala prajurit yang gagah berani... melainkan sebuah pengkhianatan yang berawal dari dalam tembok istana kita sendiri, bahkan lebih dekat dari itu, Gusti." Pernyataan "pengkhianatan dari dalam" itu cukup untuk membangkitkan segenap perhatian Ron Ayu. Ia duduk tegak di pembaringan, menopang tubuh dengan kedua lengannya. "Pengkhianatan? Bicara yang jelas, Surani. Siapa gerangan yang berani mendalangi pengkhianatan di saat-saat paling genting bagi negerinya sendiri? Apakah gerangan hamba mengenal pelakunya?"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Bayangan Pengkhianatan

Bayangan Pengkhianatan

Ricardo segera bekerja untuk mengunduh data, sementara Alvaro dan Selena berjaga. Saat data mulai diunduh, layar di server menampilkan pesan dari Shadow Alpha: "Kau benar-benar gigih, Alvaro. Tapi apakah kau tahu? Pengkhianat terbesar tidak ada di luar sana. Mereka ada di dalam keluargamu sendiri." Alvaro terdiam, tubuhnya menegang. Kata-kata itu seperti belati yang menusuk dadanya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan di Balik Kesetiaan

Pengkhianatan di Balik Kesetiaan

Ia hanya mengetik balasan singkat: “Sama-sama. Selamat malam, Karina.” Namun di balik layar ponsel itu, ada kenyataan pahit, ia baru saja mengkhianati perempuan yang telah menjaga dan merawatnya di saat ia tidak berdaya. Dan meski nuraninya berteriak, Damar tahu perjalanannya menuju jurang sudah benar-benar dimulai.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai teh dan pengkhianat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status